Netizen Indonesia serukan keadilan untuk Salim Kancil

JAKARTA, Indonesia — Nyawa Salim Kancil melayang seketika saat puluhan orang dari Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menganiaya warga yang memprotes penambangan pasir tersebut, Sabtu, 26 September.

Ia diduga dibunuh oleh Tim 12, yang disinyalir merupakan mantan tim sukses kepala Desa Selok Awar-Awar.

Berita ini kemudian menyebar ke ke media sosial. Netizen berduka. Bahkan sebagian dari mereka menggalang solidaritas untuk Salim dengan meluncurkan petisi. 

Berikut aksi dukungan yang diberikan pada almarhum Salim lewat media sosial dan aksi di jalanan. 

Petisi keadilan untuk Salim Kancil 

Petisi keadilan untuk Salim diunggah di Change.org oleh Tim Kerja Perempuan dan Tambang (TKPT).

Dalam petisi itu, Salim disejajarkan dengan buruh perempuan asal Madiun, Marsinah, yang juga dibunuh dan dibuang jasadnya ke hutan. 

Menurut petisi tersebut, keduanya dibunuh dengan cara yang sama. Pembunuhan ini dilakukan karena mereka menuntut hak dasarnya sebagai warga negara, yang satu hak atas kenaikan upah yang layak, yang satu hak atas lingkungan hidup yang sehat dan aman. 

Petisi ini mempertanyakan mengapa kepala desa tidak ditahan. Baca dugaan keterlibatan kepala desa dan mantan tim suksesnya di sini

Jika kamu ingin menandatangani petisi ini, klik di sini.  

Netizen ciptakan meme 'Salim dibunuh'

Netizen di Twitter dan Facebook mengenang Salim sebagai sosok yang gigih memperjuangkan kaum tertindas. 

Berikut deretan memenya: 

Aksi jalanan untuk Salim

Sementara itu, puluhan aktivis juga melakukan aksi di Kota Malang, yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang. Mereka mengecam tindakan kekerasan yang menimpa salim.  

"Siang ini (Senin, 28 September) tadi kami dengan berbagai aliansi, aktivis, dan akademisi berkumpul di depan Balai Kota Malang mengecam tindakan biadab yang terjadi menimpa Salim Kancil yang dibantai dengan kejinya karena mempertahankan tanahnya. Ini membuktikan bahwa kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya dari praktik-praktik kejahatan kemanusiaan," tulis salah seorang pengguna Facebook bernama Julia Rachmawati.

—Rappler.com

BACA JUGA: