Syarat mencari Riza Chalid

JAKARTA, Indonesia –  Keberadaan pengusaha Muhammad Riza Chalid di luar negeri masih belum diketahui. Pengusaha perminyakan ini sebelumnya diduga terlibat dalam percakapan dengan Ketua DPR, Setya Novanto dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

Dalam percakapan ini, diduga Riza Chalid sebagai yang aktif dalam perbincangan permintaan jatah saham PT Freeport Indonesia. (BACA: 'Kalau Riza Chalid yang atur, semua happy')

Percakapan berdurasi hampir dua jam ini kemudian ramai diperbicangkan hingga menyeret Ketua DPR, Setya Novanto ke sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Setya Novanto dilaporkan Menteri ESDM, Sudirman Said terkait persoalan etika dan kepatutan sebagai ketua DPR.

Orang-orang yang terlibat dalam percakapan yaitu Maroef, Setya Novanto hadir dalam persidangan MKD. Akan tetapi pengusaha Riza Chalid mangkir dari jadwal yang sudah ditentukan.

Di saat bersamaan, pengusaha berusia 53 tahun hjdijadwalkan diperiksa oleh Kejaksaan Agung Senin, 7 Desember, untuk dimintai keterangan dugaan rekaman permintaan jatah saham PT Freeport Indonesia. Akan tetapi, Riza tak juga kelihatan batang hidungnya, tanpa keterangan apapun.

Belakangan, Riza diketahui berada di luar negeri sejak pekan lalu.

"Kami bisa saja memberikan lokasinya kalau ada permintaan dari Kejaksaan Agung. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan resminya," kata Juru Bicara Ditjen Keimigrasian, Kementerian Hukum dan HAM, Heru Santoso kepada Rappler, Rabu 9 Desember.

Heru menambahkan, pihaknya baru bisa bekerja sesuai permintaan dari lembaga penegak hukum. Sejauh ini Kejaksaan Agung baru mewacanakan mengusut kasut rekaman permintaan jatah saham PT Freeport ini. —Rappler.com

BACA JUGA: