Indonesia wRap: polisi ungkap jumlah teroris Sarinah hingga semi final Piala Jenderal Sudirman

JAKARTA, Indonesia — Berbagai peristiwa penting terjadi sepanjang jumat hingga akhir pekan lalu. Berikut rangkumannya: 

 Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa dari tujuh korban meninggal dunia akibat serangan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari, empat di antaranya diduga sebagai pelaku serangan.

Jumlah ini menurun dari yang disampaikan pihak Polda Metro sebelumnya, yaitu lima orang.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal yang dihubungi pada Minggu, 17 Januari, hal ini karena Sugito yang awalnya diduga sebagai pelaku, telah dipastikan ternyata merupakan warga biasa.

Sebelumnya sejumlah pejabat dan institusi yang berwenang juga telah menyampaikan keterangan tentang berapa sesungguhnya teroris yang terlibat dalam serangan teror Sarinah. Dari lima menjadi enam lalu kembali lima dan kini empat, baca selengkapnya di sini.

DIBAI'AT. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur dibai'at kepada ISIS. Sumber: BNPT

DIBAI'AT. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur dibai'at kepada ISIS.

Sumber: BNPT

Pasca serangan teror di Jakarta, reporter kami Febriana Firdaus berada di Solo untuk menelusuri jaringan dari sejumlah nama yang diduga menjadi pelaku dan dalang serangan. 

Ia menemukan petunjuk tentang seorang terduga pelaku bernama Afif yang disebut sangat dekat dengan pemimpin spiritual Aman Abdurrahman. Aman saat ini mendekam di penjara Nusakambangan.

Ia juga bertemu dengan beberapa sumber yang membeberkan berbagai cerita tentang Bahrun Naim. Bahrun disebut-sebut merupakan dalang di balik serangan teror yang sejauh ini telah menewaskan delapan orang tersebut. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini

KORBAN. Salah satu korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto. Foto: Haryo Wisanggeni/Rappler

KORBAN. Salah satu korban dibawa ke RSPAD Gatot Subroto.

Foto: Haryo Wisanggeni/Rappler

Serangan teror yang diwarnai ledakan dan baku tembak di Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis pagi, 14 Januari, telah memakan 33 korban baik masyarakat sipil maupun aparat kepolisian.

Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal yang dihubungi pada Minggu, 17 Januari, total terdapat 25 korban luka dan delapan korban tewas.

Di antara korban tewas, terdapat empat orang sejauh ini yang diduga merupakan pelaku teror. Baca daftar lengkapnya di sini

TIM GEGANA. Petugas Gegana Polda Metro Jaya bersiap untuk mengamankan plastik yang mencurigakan di lokasi ledakan Pos Polisi Sarinah, Jakarta, pada 14 Januari 2016. Foto oleh Wahyu Putro A/Antara

TIM GEGANA. Petugas Gegana Polda Metro Jaya bersiap untuk mengamankan plastik yang mencurigakan di lokasi ledakan Pos Polisi Sarinah, Jakarta, pada 14 Januari 2016.

Foto oleh Wahyu Putro A/Antara

 

Pasca ledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Januari, polisi terus memburu para pelaku yang diduga terlibat aksi terorisme.

Pasukan gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror, satuan tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kepolisian Resort Cirebon menggerebek sebuah rumah di Cirebon, Jumat dini hari, 15 Januari, dan menangkap tiga orang terduga teroris.

Dalam aksi geledah pukul 01:00 WIB Jumat dini hari itu, polisi menangkap DS, AA, dan CH. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi pengeboman Sarinah dan terkait dengan jaringan teroris di Indonesia.

Harus berjibaku hingga babak adu penalti, Mitra Kukar akhirnya mengungguli tuan rumah Arema Cronus dengan skor 3-2 (skor agregat 3-3) dalam laga leg kedua semi final Piala Jenderal Sudirman, Minggu, 17 Januari.

Tim Naga Mekes—julukan Mitra Kukar—pun berhak maju ke babak final menghadapi Semen Padang yang sudah terlebih dahulu lolos sehari sebelumnya.

Semen Padang lolos setelah mengalahkan lawannya, Pusamania Borneo FC juga melalui adu penalti. Tim Kabau Sirah—julukan Semen Padang—yang sebenarnya berada dalam posisi tak menguntungkan karena kalah 2-0 di leg perdana, berhasil menyamakan kedudukan di leg kedua hingga penentuan pemenang harus dilakukan lewat adu penalti. — Rappler.com