LINI MASA: Teror ISIS pasca tragedi Paris

JAKARTA, Indonesia — Teror mengguncang tempat-tempat publik di Paris, Perancis, pada Jumat malam, 13 November. Sekitar 132 orang dilaporkan tewas dan 350 lainnya luka-luka. 

Penyerangan terjadi di tiga tempat. Pertama gedung kesenian Bataclan, ketika kelompok musik aberaliran rock Eagles of Death Metal manggung pada Jumat malam. Ternyata di antara penonton, ada empat pria bersenjata. 

Kedua, di dekat Stadion Stade de France, ketika Presiden Francois Hollande sedang menonton pertandingan persahabatan sepakbola antara Perancis dan Jerman, sebuah bom bunuh diri meledak di luar stadion dan menewaskan puluhan orang. 

Ketiga, di sebuah restoran Kamboja, di mana beberapa orang dilaporkan tewas.

Namun teror tak berhenti di situ. Beberapa kejadian terus berlangsung, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan anggotanya ternyata masih berkeliaran di Paris, dan kota-kota lain di Eropa. 

Berikut lini masa teror pasca tragedi Paris yang kami rangkum. Klik refresh untuk memperbarui informasi di laman ini. Informasi terbaru akan tampil di lini masa paling atas di tulisan ini: 

Sabtu, 21 November 2015: Penemuan mayat perempuan dan sikap PBB 

Otoritas Paris mengatakan bahwa informasi mengenai Hasna Aitboulahcen yang meledakkan diri tidak benar. Hasna tidak meninggal karena meledakkan diri. 

Otoritas melanjutkan bahwa yang meledakkan diri adalah laki-laki, bukan perempuan. 

Sementara itu, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi keamanan. PBB merestui negara-negara di dunia untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam memerangi ISIS. 

Terkait perburuan teroris, di hari yang sama, Kepolisian Turki menahan seorang pria Belgia asal Maroko, diduga terkait serangan Paris.

Pria Belgia bernama Ahmet Dahmani itu ditangkap di hotel mewah di kota pesisir selatan Antalya. Kota itu pekan lalu menjadi lokasi pertemuan pimpinan Kelompok 20 negara (G20).

Pria berusia 26 tahun tersebut menginap sejak 16 November di hotel bintang lima di lokawisata terkenal itu.

Sementara itu, dua pria lain, masing-masing berkewarganegaraan Suriah, ditahan di jalan raya terdekat atas dugaan bahwa mereka dikirim oleh kelompok jihadis ISIS di Suriah untuk memastikan perjalanan Dahmani dalam keadaan aman melewati perbatasan, dan mereka juga berencana bertemu.

Kantor berita Dogan yang mengutip dari sumber pengadilan, mengidentifikasi dua orang lainnya bernama Ahmet Tahur berusia 29 tahun dan Muhammed Verdi berusia 23 tahun.

Jumat, 20 November 2015: Belgia tahan 9 orang dan ancaman bom di London

Polisi Belgia menahan 9 orang di Brussel, mereka diduga terkait dengan serangan di Paris. 

Sementara itu, sistem transportasi London mengevakuasi penumpang stasiun bawah tanah Baker Street di pusat kota London, Kamis waktu setempat, setelah ada sebuah kendaraan mencurigakan di dekat stasiun itu.

Juru bicara Polisi Metropolitan London (MPS) mengatakan polisi bertindak setelah ada kendaraan mencurigakan. 

Polisi Prancis menemukan satu mayat lagi, total tiga, dari korban penyergapan Saint Denis. Kali ini mayat tubuh seorang perempuan. 

Mayat perempuan itu diduga adalah Hasna Aitboulahcen, yang sebelumnya diberitakan meledakkan diri. 

Kamis, 19 November 2015: Otak serangan Paris Abdelhameed Abaaoud dilaporkan tewas

Menurut laporan AFP, otak dari serangan Paris, Abdelhameed Abaaoud tewas dalam penyergapan di Saint-Denis kemarin. 

Pelacakan terhadap otak serangan Paris ini tidak lepas dari bantuan intelijen Maroko.

Rabu, 18 November 2015: Penyergapan di Saint-Denis 

Setidaknya dua orang tersangka teroris tewas dan tujuh orang lainnya ditangkap dalam penyerbuan di kawasan Saint-Denis, Paris, pada Rabu dini hari, waktu setempat.

Menurut laporan AFP, salah satu korban tewas termasuk perempuan yang meledakkan dirinya sendiri. Baku tembak terjadi antara pihak kepolisian dengan kelompok bersenjata untuk menangkap otak dari serangan Paris, Abdelhameed Abaaoud.

Sementara itu, tiga orang anggota kepolisian Perancis dilaporkan luka-luka akibat penyerbuan tersebut.

Dalam penyergapan itu, nasib Abaaoud masih tetap tidak diketahui. 

Para intelijen penyidik meyakini tersangka asal Belgia itu ada di sebuah apartemen di Saint-Denis sehingga memicu baku tembak selama tujuh jam dengan polisi sejak pagi buta.

Sementara itu, Turki menyatakan niatnya bergabung untuk memerangi ISIS. Menteri Luar Negeri Turki Feridun Sinirlioglu mengatakan, "Kami punya rencana yang pasti untuk menghentikan kontrol ISIS yang masih beroperasi di zona perbatasan kami," katanya. 

Selasa, 17 November 2015: Ancaman bom di Jerman dan seruan imam masjid di Paris 

Pihak otoritas Jerman mengatakan ada ancaman bom dalam laga pertandingan sepak bola antara Jerman-Belanda yang akan digelar pada 17 November. Laga yang akan dihadiri oleh Konselor Angela Merkel itu pun langsung dibatalkan. 

Namun hingga Selasa, tidak ada bom yang ditemukan, dan tidak ada yang ditahan. 

Sementara itu di Paris, imam masjid besar Paris menyerukan perang melawan terorisme. Ia menggalakkan kampanye "Katakan tidak pada teror" dan"Kita semua adalah Paris".  

Seruan yang sama juga diucapkan oleh Raja Jordan, Abdullah II. "Ini perang dunia ketiga melawan kemanusiaan," katanya. 

Senin, 16 November 2015: PM Perancis mengatakan serangan baru direncanakan oleh teroris di Paris dan serangan balasan

DENDAM. Presiden Perancis Francois Hollade tiba di Kastil Versailles, Paris, pada 16 November 2015, untuk menyampaikan tanggapan di hadapan anggota parlemen tentang penyerangan teroris 13 November lalu. Foto oleh Michel Euler/EPA

DENDAM. Presiden Perancis Francois Hollade tiba di Kastil Versailles, Paris, pada 16 November 2015, untuk menyampaikan tanggapan di hadapan anggota parlemen tentang penyerangan teroris 13 November lalu.

Foto oleh Michel Euler/EPA

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls mengatakan otoritas negara tersebut mencurigai teror baru sedang direncanakan di Paris untuk wilayah Eropa lainnya. 

“Kami tahu bahwa operasi sedang disiapkan, tidak hanya untuk Perancis tapi juga negara Eropa lainnya,” katanya.

Sementara itu, Presiden Hollande bersumpah akan membalas serangan ISIS. Salah satunya dengan meluncurkan serangan balasan ke timur Mediterania yang merupakan basis ISIS di Suriah. 

Tapi di belahan negara yang lain, telah mengeksekusi warga Tiongkok dan Norwegia, ketika Paris dan Rusia sibuk memborbardir Suriah. ISIS bahkan menyertakan foto-foto kedua mayat yang mereka eksekusi. 

Minggu, 15 November 2015: Kepanikan di Palace de Republique  

Saat warga Paris berkumpul di Place de la République pada Minggu, 15 November waktu setempat sebagai bentuk solidaritas terhadap korban, sempat muncul kepanikan akibat terdengarnya suara tembakan.

Warga yang sedang berkumpul langsung berlarian meninggalkan lokasi acara. Namun belakangan dilaporkan bahwa suara tersebut berasal dari petasan.

—Rappler.com

BACA JUGA: