Pulau Phuket di Thailand pun terimbas kabut asap dari Indonesia

 

JAKARTA, Indonesia — Setelah Malaysia, Singapura dan Filipina mengeluh soal kabut asap asal Indonesia, satu lagi negara ASEAN lainnya terkena dampak kabut asap: Thailand.  

Pada Kamis, 7 Oktober, lima penerbangan dengan tujuan daerah wisata Phuket dan Samui akhirnya kembali ke Bangkok karena dua tempat tersebut tertutup kabut asap, membatasi jarak pandang sehingga pesawat tidak bisa mendarat. 

“Ini adalah kabut asap terparah dalam bertahun-tahun,” kata Direktur Departemen Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Phuket Trakul Thotham. 

Ada tujuh provinsi di daerah selatan Thailand yang kena imbas kabut asap, namun kondisi di Phuket yang paling parah. Kualitas udara berada pada level yang tidak sehat. 

Sebelumnya, diberitakan bahwa Pulau Cebu di Filipina juga diselimuti kabut asap dari Indonesia selama berhari-hari. 

Sementara itu, menghadapi musibah kabut asap, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak menyurati Presiden Joko Widodo. 

"Perdana Menteri juga mendesak agar tindakan pemadaman kebakaran di Indonesia dapat ditingkatkan supaya masalah kabut asap ini dapat segera dihentikan," kata Menteri Sumber Alam dan Lingkungan Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar seperti dikutip media, Kamis. 

Pemerintah Indonesia kerja sama dengan lima negara tangani asap

Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan bahwa akan bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, serta masalah penyebaran asap. 

"Kita merasa bahwa penting untuk bekerja sama dengan negara yang mempunyai sumber daya untuk memadamkan api dan asap. Ada lima negara yang akan bekerja sama dengan kita, yaitu Australia, Tiongkok, Malaysia, Rusia, dan Singapura," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir seperti dikutip Antara, Kamis, 8 Oktober.   

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menurutnya, sudah membahas ini dengan Menlu Singapura, Australia dan Malaysia. 

"Bentuk kerja sama ini masih harus dibahas, karena beberapa kerja sama itu ada yang bersifat bantuan dan ada yang bersifat commercial base (komersil)," kata Arrmanatha.

Membela upaya yang telah dilakukan pemerintah, Arrmanatha mengatakan Indonesia tak hanya berjuang memadamkan api tapi juga menindak pelaku pembakaran hutan. Pemerintah sudah mengerahkan 26 helikopter untuk melakukan water bombing, dan empat pesawat untuk melakukan rekayasa cuaca untuk menghasilkan hujan buatan. 

"Data Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa 65 juta liter air telah dituangkan ke berbagai titik api di lima provinsi, dan 250 ton garam telah digunakan untuk weather modification," kata Arrmanatha.

Hasilnya? — Laporan dari AFP/Rappler.com

BACA JUGA: