Tiongkok optimistis proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung selesai tepat waktu

Salah satu bentuk solusi yakni dengan bekerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pemanfaatan material untuk membangun rel dan gerbong yang tersedia di Indonesia.

“Sebagian material ada di Negara Anda dan kami gunakan,” katanya.

Sementara, untuk mempermudah pengurusan visa, China Railway akan mendirikan kantor perwakilan di Indonesia. Untuk pengurusan visa kerja bagi orang asing melibatkan beberapa instansi antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan kantor imigrasi.

Jalur Beijing-Tianjing adalah proyek kereta cepat pertama yang dioperasikan Negeri Tirai Bambu di tahun 2008 lalu. Menurut Zhao, pembukaan jalur kereta cepat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

“Berdasarkan pengalaman kami di Tiongkok untuk setiap investasi 100 juta Yuan, maka bisa menyediakan 1.000 lapangan kerja untuk massa konstruksi saja,” kata dia.

Sementara, investasi untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saja menelan biaya US$5,2 miliar. (BACA: Penjelasan Tiongkok soal harga kereta cepat di Indonesia lebih mahal)

Namun, proyek tersebut menuai kontroversi di Tanah Air. Semula, Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan belum bersedia mengeluarkan perizinan pembangunan proyek.

Sementara, Presiden Tiongkok, Xi Jinping sudah meminta kepada Presiden Jokowi agar proyek kereta cepat itu segera direalisasikan. - Rappler.com

Baca laporan Rappler soal pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung: