Ribuan anggota TNI pemadam kebakaran di Riau dipulangkan, dua terkena hipertensi

PEKANBARU, Indonesia — Dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas memadamkan api di Pekanbaru, Riau, dilaporkan mengalami hipertensi, Selasa, 27 Oktober.

Sekitar 1.049 dari 1.250 anggota TNI yang dikerahkan oleh satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla) dipulangkan ke kesatuan masing-masing di Mabes TNI hari ini. 

Dari pemeriksaan kesehatan sebelum pulang, ternyata dua personel TNI terkena hipertensi karena 40 hari bertugas di lapangan memadamkan api.

“Ada 30 orang tim dokter dari Dinas Kesehatan yang dikerahkan untuk memeriksa kesehatan prajurit yang ditarik ke Mabes tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Syafri.

“Mereka yang ditarik pulang itu kebanyakan bertugas langsung memadamkan api di lahan yang terbakar di Riau. Ada 40 hari mereka di lapangan. Untuk memastikan kondisi mereka sebelum pulang, kita periksa mereka,” ujarnya.

Dari pemeriksaan yang berlangsung sejak Senin, 26 Oktober, hingga Selasa pagi, diketahui ada dua prajurit yang terkena hipertensi, atau tekanan darah tinggi, diduga akibat kurang istirahat dan minimnya pasokan gizi.

“Keduanya sudah dikasih obat, dan kita kasih surat keterangan untuk diperiksa lebih lanjut di kesatuan asalnya,” kata Andra.

Sementara rata-rata para prajurit yang diperiksa itu mengaku, banyak dari mereka saat berada di lapangan terkena batuk dan iritasi mata ringan. Mereka yang kena itu sudah langsung diobati di lapangan oleh tim kesehatan dari Mabes TNI yang ikut.

Rencananya, pengganti prajurit yang pulang ini akan datang besok pagi, Rabu, 28 Oktober. Mabes TNI akan mengirim sekitar 1.000 prajurit untuk menggantikan mereka. 

Selain mengirim anggota TNI yang bertugas memadamkan api, Mabes TNI juga mengirim 150 personel bagian kesehatan. Mereka bertugas di posko-posko kesehatan yang ada di Riau.

Ormas akan gugat pemerintah dan perusahaan

Sementara itu, puluhan lembaga dan organisasi masyarakat di Riau akan mengirimkan gugatan mereka ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, besok, Rabu. Mereka akan menggugat pemerintah dan perusahaan yang menyebabkan bencana kabut asap.

“Gugatan ini ditujukan kepada pemerintah pusat dan dua puluh perusahaan swasta yang beroperasi di Provinsi Riau. Salah satunya perusahaan swasta milik pengusahaa asal Singapura PT Palm Lestari Makmur,” kata koordinator ormas Riau, Ade Hasibuan, Selasa sore.

Menurut Ade, perusahaan swasta di Riau dinilai telah melakukan penzaliman dengan sengaja membakar lahan untuk areal perkebunan. Ormas Riau ini juga menyatakan pemerintah lalai mencegah kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. 

“Akibatnya puluhan jutaan orang menderita akibat kabut asap di Sumatera dan Kalimantan lebih tiga bulan lamanya,” kata Ade.

Per Selasa, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Riau mencapai 290psi, termasuk kategori sangat tidak sehat. —Rappler.com

BACA JUGA: