VIDEO: Warga Desa Selok Awar-Awar bentrok tolak penambangan

JAKARTA, Indonesia — Sebuah video baru-baru ini muncul di YouTube. Video tersebut menggambarkan protes warga Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menolak penambangan ilegal di daerah mereka.

Diunggah pada 25 September 2015, video ini diduga direkam sebelum seorang petani dan aktivis tolak tambang Salim alias Kancil tewas dibunuh, pada Sabtu, 26 September 2015.

Puluhan warga terlihat berbondong-bondong menuju lokasi penambangan. Beberapa dari mereka berteriak dalam bahasa Jawa dan Madura.

Langkah mereka kemudian dihadang oleh sekelompok orang yang mendukung penambangan di daerah tersebut. Mereka terlihat membawa celurit dalam genggaman.

Sedangkan para warga desa hanya “bersenjatakan” bambu. 

Aparat keamanan dan kepolisian juga terlihat mencoba melerai kedua pihak.

Ketika ditanya kenapa warga menolak penambangan, salah satu dari mereka menjawab, “Penambangan ini katanya untuk dibuat wisata. Tapi ternyata pasirnya digali dan dijual.”

Akibatnya, kata warga tadi, sawah-sawah di daerah mereka rusak dan mengganggu pemukiman.

Seorang warga lain mengatakan, “Nanti kalau habis pasirnya diambil akan merusak tanaman. Itu dekat dengan pemukiman. Nanti kalau air laut naik, itu dampaknya ke masyarakat.” —Rappler.com

BACA JUGA: