Apa warisan SBY? Salah satunya peralihan kekuasaan yang bermartabat

Lima tahun pertama menurut saya kinerja SBY cukup moncer. Buktinya dia dapat suara lebih dari 60% saat pilpres 2009, untuk masa jabatan kedua. SBY-Boediono mengalahkan pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

Memasuki periode kedua mulai banyak riak, dan masalah. Kasus bailout Bank Century adalah yang paling menonjol. SBY dianggap kurang membela Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menuai kritik atas penyelamatan bank itu.  

Kritik paling keras datang dari Wapres JK. Sri Mulyani menjadi bulan-bulanan politisi non Partai Demokrat, dan kemudian memilih menyingkir ke AS menjadi direktur pengelola Bank Dunia. Banyak yang menyesalkan sikap SBY, mengingat Sri Mulyani adalah sosok penting dibalik sukses SBY mengelola ekonomi Indonesia melewati turbulensi ekonomi dan keuangan global di tahun 2008.

Menurut saya, perlakuan yang dialami Sri Mulyani itu membekas sampai kini. Sejak itu birokrasi memilih enggan mengeksekusi proyek, khawatir terjebak dalam pelanggaran kebijakan yang mengantarkan ke balik jeruji penjara. 

Buat apa ambil keputusan, kalau akhirnya pimpinan lepas tanggung jawab?

Di masa SBY, penindakan atas pelanggaran hak asasi manusia juga melempem. Kasus meninggalnya jurnalis Udin masih misteri.  Meninggalnya aktivis Munir juga tak kunjung tuntas.  

Sebanyak 325 kepala daerah tersangkut kasus korupsi sering dijadikan klaim sukses SBY memberantas korupsi. Masalahnya, kasus-kasus tersebut ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang notabene independen dari presiden. Jadi, bukan prestasi SBY.  

Apalagi kemudian orang dekat SBY di Partai Demokrat yang didirikannya bersama Bu Ani, terpaksa meringkuk di penjara karena kasus korupsi. Mulai dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang belakangan renggang hubungannya dengan SBY, anggota DPR RI Angelina Sondakh, sampai Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang dikenal sangat dekat dengan SBY dan pernah menjadi juru bicaranya selama lima tahun periode pertama.

SBY memang meletakkan sejumlah fondasi ekonomi termasuk kerjasama ekonomi bilateral maupun multilateral. SBY juga berhasil menjaga stabilitas politik selama 10 tahun memimpin. Stabilitas diperlukan untuk menjalankan roda pembangunan ekonomi.  

SBY bersikap populis dan peduli akan popularitasnya, sehingga gagal mengeksekusi sejumlah rencana pembangunan infrastruktur jalan, karena enggan menggusur warga.  

By the way, dari kacamata penggiat HAM ini bagus. Tapi dari kacamata pebisnis, SBY dianggap kurang tegas. Mau melihatnya dari kaca mata yang mana, silakan.

Karena sikap populis juga, belakangan merebak kasus terkait intoleransi dan diskriminasi.

Menurut saya, dengan sejumlah kritik dan kekurangan, SBY lulus 10 tahun memimpin. Nilainya mungkin bukan cum laude.  

Memang tidak ada pemimpin dunia yang dapat nilai cum laude, tidak juga Barack Obama yang memicu euforia saat terpilih sebagai presiden AS tahun 2008.  

Last but not least, kudos bagi SBY atas penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 yang berlangsung aman dan transparan. Dia memberikan memorandum jabatan kepada penggantinya, Presiden Jokowi. Peralihan kekuasaan yang mulus dan bermartabat, dibandingkan  dengan yang  kita alami sebelumnya. 

Untuk itu saya berterima kasih kepada SBY. Ada yang sependapat dengan saya?  

Selamat ulang tahun, Pak SBY, semoga panjang umur dan sehat. —Rappler.com

BACA JUGA: