Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Tips berwisata ke Vietnam dan Kamboja selama 6 hari dan hanya butuh Rp 7 jutaan

Tulisan ini dimuat di blog pribadi Andre Javier, dan dipublikasikan dengan izinnya.

JAKARTA, Indonesia - Saya baru saja kembali dari perjalanan sepekan ke Vietnam dan Kamboja. Perjalanan itu membuat saya sangat ingin menuliskannya di blog, karena banyaknya pertanyaan tentang biaya dan pengeluaran selama di sana.

Orang-orang selalu menyangka kalau travelling adalah kegiatan yang mahal. Awalnya saya berpikir demikian, tetapi setelah beberapa kali melakukannya -baik lokal maupun ke luar negeri -juga mendalami tentang bagaimana membuat rincian biaya, saya memahami bagaimana kamu dapat berhemat dan tetap berjalan-jalan sepuasnya.

Karena itu, saya akan berbagi tentang perjalanan yang hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 5,8-7,2 juta ke dua negara di Asia selama 6 hari.

Andrea Javier memaparkan rahasianya berwisata ke dua negara di Asia dengan budget di bawah Rp 7 juta.

Andrea Javier memaparkan rahasianya berwisata ke dua negara di Asia dengan budget di bawah Rp 7 juta.

Sekitar Rp 2,9 juta atau US$ 218

Biaya dari bandara ke hotel adalah Rp 230 ribu untuk satu grup; naik tuktuk untuk tur keliling Angkor Wat adalah Rp 203 ribu per kelompok. Jadi, biaya ini bisa berubah tergantung berapa banyak anggota kelompok jalanmu.

Penerbangan

Sekitar Rp 1,2 juta atau US$ 89.

Saya mengkuti biaya yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk perjalanan ini. Uang jalan saya adalah Rp 5,8 juta. Ditambah dengan biaya terbang, totalnya menjadi Rp 7 jutaan.

Makanan

Foto oleh Andrea Javier

Untuk mengetahui seberapa banyak kamu harus mengalokasikan dana untuk makanan:

Di Vietnam, satu makanan harganya sekitar Rp 36-60 ribu rupiah. Sepiring spring rolls harganya Rp 36 ribu; mie pho juga sama; Banh mi hanya Rp 10 ribu; sementara kopi sekitar Rp 12 ribu (bisa lebih murah di jalan)

Penjual Banh Mi di pinggir jalan Vietnam. Foto oleh Andrea Javier

Penjual Banh Mi di pinggir jalan Vietnam.

Foto oleh Andrea Javier

Untungnya, hotel kami menyediakan sarapan pagi, sehingga kami hanya perlu memikirkan makan siang dan malam. Selama tur Delta Mekong, kami mendapat makan siang. Jadi, saya menghabiskan Rp 300-400 ribu untuk makanan dan minuman (bir dan air putih) maksimal.

Di Kamboja, makanan berkisar antara Rp 40-60 ribu. Hotel kami menyediakan sarapan pagi gratis sehingga kami hanya perlu mencari makan siang dan malam. Di sana, saya menghabiskan Rp 350 ribu maksimal untuk konsumsi.

Tips:

Belilah botol minuman besar (1 atau 1,5 liter) yang hanya seharga Rp 5 ribu di mini market. Kemudian, siapkan satu botol kecil yang bisa kamu isi ulang setiap kali bepergian. Ini akan menghemat biaya yang harus kamu keluarkan untuk membeli minuman setiap kali pergi makan (yang tentunya lebih mahal). Selama perjalanan ini, saya mungkin membeli 5 liter air, 1 bir, 1 cocktail, 1 jus buah, dan 3 kopi.

Saya juga membawa makanan ringan dan cepat saji selama perjalanan. Saya membawa keripik, biskuit, mi gelas dan makanan kaleng karena saya tahu di Vietnam makanannya lebih banyak sayuran. Dan saya tak terlalu menyukainya. Kalau kamu suka pilih-pilih makanan seperti saya, sebaiknya membawa sendiri makanan yang kamu suka.

Coba makanan pinggir jalan! Vietnam sangat terkenal dengan warung pinggir jalan mereka! Bahn Mi hanya seharga Rp 10 ribu, atau babi panggang dengan nasi yang hanya seharga Rp 25 ribuan. Tentu menyenangkan makan di restoran, tetapi saya menyarankan carilah makanan pinggir jalan. Kamu bisa makan Banh Mi untuk sarapan, atau makan di Ben Tanh’s Night Market, di mana harga makanannya jauh lebih murah.

Transportasi

Foto oleh Andrea Javier

Kami mengambil hotel yang berlokasi di area untuk backpacker. Kami bisa jalan kaki ke pasar, tetapi memilih untuk naik taksi. Lebih hemat waktu. Semua taksi di Vietnam sudah berargo. Rate mereka adalah Rp 6700 untuk mobil kecil dan Rp 7280 untuk mobil besar. Biaya perjalanan kami sekitar Rp 9 ribu-30 ribu. Jadi, untuk biaya per orang, kami hanya membayar Rp 3-10 ribu. Saya tak tahu seberapa sering kamu akan menggunakan taksi, tetapi sebaiknya sediakan Rp 70 ribuan.

Sementara di Kamboja, saya menyadari sedikit sekali taksi. Jadi kami menggunakan tuktuk yang selalu meminta sekitar Rp 14 ribu seorang. Tetapi, kami bisa menawarnya untuk Rp 28 ribu untuk bertiga.

Tuktuk untuk melihat matahari terbit di Angkor Wat (jam 4.30 pagi) dibanderol hampir Rp 300 ribu. Tetapi di luar itu, hanya Rp 200 ribuan. Kami juga ditawari ke pasar apung dan tur museum Angkor dengan hanya membayar Rp 70 ribu. Kami menolak dan memilih untuk berkeliling kota menuju pasar, Pub Street, toko suvenir, dengan harga sama. Jadi, saya tak tahu apa kegiatan kalian tetapi sebaiknya menyiapkan sekitar Rp 350 ribu untuk di Kamboja.

Foto oleh Andrea Javier

Tips:

Kamu bisa menyewa motor di Vietnam dan sepeda di Kamboja kalau kamu mau berkeliling. Ini bisa menghemat jika kamu tak menggunakan taksi dan tuktuk. Kamu bisa bertanya kepada pengelola hotel apakah mereka menyediakan motor atau sepeda.

Kalau kamu naik taksi, bayar sesuai argo. Kami bertemu dengan supir taksi yang meminta Rp 50 ribu untuk perjalanan seharga Rp 13 ribu. Kami bayar sesuai argo dan lalu pergi.

Oleh-oleh

Foto oleh Andrea Javier

Bila dipotong biaya makan dan transportasi, saya kira hanya ada sekitar Rp 1,8 juta tersisa. Saya tak tahu apakah ini cukup untukmu, tetapi dengan uang ini saya bisa membeli beberapa oleh-oleh:

2 ransel North Face, satu tas satchel, tas pundak, 4 kaus, 1 lukisan, 8 kotak kopi Vietnam, 1 pak cokla, 1 kotak buah kering untuk camilan, 1 bubuk cabe, 20 hiasan magnet, 2 pashmina, dan 8 kantung kecil, serta 1 topi petani Vietnam.

Tips:

Saya menyarankan beli suvenir di Saigon Square, bukan di Ben Thanh Market. Pedagang di Ben Thanh sangat agresif dan tak akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah menanyakan harga.

Tawar, tawar, tawar! Biasanya pedagang akan menyodorkan kalkulator untuk melihat harga yang kamu inginkan.

Akomodasi

Foto oleh Andrea Javier

Strategi kami adalah tinggal di hotel murah di Vietnam dan bermewah-mewah di Kamboja.

Saya merekomendasikan Blue River Hotel di Vietnam, yang berada di area backpacker. Mereka hanya meminta Rp 500 ribu atau US$ 37 semalam. Untuk biaya transportasi dari bandara, mereka meminta US$ 17, dan menyediakan sarapan gratis.

Sementara Petit Villa Hotel di Kamboja sangat mewah. Mereka meminta Rp 880 ribu per malam, namun dengan kamar yang super nyaman. Kami sudah mendapatkan bath tub, lemari, kulkas, dan televisi. Di kamar juga ada meja kopi untuk dua orang, dengan makanan porsi besar dan kelezatan luar biasa.

Saya juga menyukai kolam renang mereka yang dikelilingi pepohonan.

Tips:

Gunakan Booking.com, mereka tak memintamu langsung membayar dengan kartu kredit. Kamu bisa bayar di muka saat tiba di hotel.

Di Kamboja, cari hotel yang dekat pasar. Saya melihat ada hotel yang berada dekat bandara, namun jauh dari kehidupan malam dan restoran. Hotel kami sangat strategis dan dekat dengan Angkor Wat.

Kegiatan

Di Vietnam, semua perjalanan kami sudah dipesankan hotel. Namun, kami mencari perjalanan keliling kota sendiri, termasuk mengunjungi Museum Perang, Katedral Notre Dame, Istana Kemerdekaan dan Kantor Pos. Semua sangat berdekatan dan kamu bisa berjalan kaki. Kami menyesal tidak mengunjungi rumah opera. Oh, kami juga mengikuti tur ke terowongan Cu Chi dan Sungai Mekong.

Ada beberapa hal lain yang bisa kamu lakukan seperti ke Pasar Apung di Can Tho. Sisanya, kamu bisa berdisukusi dengan resepsionis hotel.

Di Kamboja, kami hanya ke Angkor Wat. Tur selama sehari hanya Rp 300 ribu, dan sekali naik tuktuk juga sama untuk melihat matahari terbit atau bisa lebih murah jika kamu pergi setelah jam 8 pagi. Kami ditawari melihat Museum Angkor dan Pasar Apung untuk US$ 20, yang kami tolak.

Di Kamboja, kami mencoba untuk tak terlalu ‘wisatawan’ tempat favorit kami adalah Pub Street, Old Market, dan Night Market. Kami juga makan crepe, pancake, ayam, dan makanan pinggir jalan. Juga minum bir di Angkor Wat. 

Kesimpulannya, ini saran saya untuk mengalokasikan dana selama perjalanan. Tetapi ini masih tergantung apakah kamu boros atau tidak.

 Oleh Andrea Javier

Jika dirupiahkan menjadi Rp 2.965.302,00

Daftar kegiatan perjalanan selama di Vietnam:

oleh Andrea Javier

Daftar perjalanan selama di Kamboja: 

Oleh Andrea Javier

- Rappler.com