Penunjukan Wonder Woman sebagai duta PBB menuai protes

JAKARTA, Indonesia — Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi telah menunjuk karakter pahlawan super Wonder Woman sebagai duta bagi pemberdayaan perempuan awal Oktober lalu.

“Ini hal paling menyenangkan yang pernah dilakukan PBB, benar kan?” ujar presiden DC Entertainment Diane Nelson dalam upacara penunjukan Wonder Woman yang bertepatan juga dengan perayaan 75 tahun karakter tersebut. 

Wonder Woman dianggap sebagai sosok yang merepresentasikan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan. Hal ini sesuai dengan salah satu poin Sustainable Development Goals (SDG) 2015 yang diharapkan dapat tercapai pada 2030 mendatang.

Menuai protes

Namun tidak semua pihak gembira dengan kehadiran Wonder Woman. Sebagian staf PBB memprotes kehadiran Wonder Woman sebagai duta. Mereka juga membuat petisi sebagai bentuk protes kepada PBB.

Petisi tersebut meminta agar Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon memikirkan ulang keputusan tersebut. Mereka menganggap bahwa Wonder Woman justru merepresentasikan sosok yang terlalu sensual dan tidak sensitif pada kultur global.

“Pesan yang disampaikan oleh PBB lewat penunjukan ini sangat mengecewakan,” demikian tertulis dalam petisi yang hingga Sabtu, 22 Oktober, telah ditandatangani lebih dari 1.500 orang.

Petisi ini juga prihatin dengan penunjukan Wonder Woman karena sosok tersebut adalah karakter fiktif.

“Yang patut digaris bawahi adalah, bahwa PBB tidak mampu menemukan satu sosok perempuan di dunia nyata yang dapat memperjuangkan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.”

Selain melalui petisi, para staf juga melakukan aksi protes saat upacara berlangsung di kantor ECOSOC di New York. Salah satu sumber The Guardian mengatakan protes tersebut dilakukan karena isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata.

PROTES DI PBB. Para demonstran berdiri saat melakukan protes di upacara peresmian Wonder Woman sebagai duta kehormatan PBB untuk pemberdayaan perempuan. Foto oleh Timothy A. Clary/AFP

PROTES DI PBB. Para demonstran berdiri saat melakukan protes di upacara peresmian Wonder Woman sebagai duta kehormatan PBB untuk pemberdayaan perempuan. Foto oleh Timothy A.

Clary/AFP

“Untuk hal sepenting ini, Anda perlu seseorang yang bisa bicara, bisa berpergian, bisa menjadi contoh, bisa memberikan pendapatnya, seseorang yang dapat diwawancara, serta dapat berdiri di hadapan 192 anggota PBB dan mengemukakan keinginannya,” ujar sumber yang menolak menyebutkan namanya.

Sementara seorang staf lainnya berpendapat bahwa Wonder Woman bukanlah sosok yang cukup baik untuk dijadikan role model bagi seluruh perempuan di dunia.

“Kami pikir dia (Wonder Woman) adalah pilihan yang buruk,” kata staf itu.

Menurut dia, bendera Amerika Serikat yang menjadi dasar kostum Wonder Woman justru menunjukan imperialisme modern.

Proyek pemberdayaan perempuan dalam komik Wonder Woman terbaru

Upacara penunjukan Wonder Woman pada Jumat, 21 Oktober kemarin dihadiri oleh dua aktris ternama, Lynda Carter dan Gal Gadot yang membawa karakter Wonder Woman ke layar lebar, sutradara film Wonder Woman terbaru Patty Jenkins, serta Presiden DC Entertainment Diane Nelson.

Co-publisher DC Comics, Jim Lee, serta Phil Jimenez, komikus yang pernah menggambar Wonder Woman turut hadir dalam upacara tersebut.

Wakil Sekjen PBB bidang komunikasi, Cristina Gallach, mengemukakan bahwa penunjukan Wonder Woman sebagai duta pemberdayaan perempuan karena ia merupakan sosok yang ikonik.

“Dia (Wonder Woman) telah dikenal sebagai pembela keadilan, perdamaian, serta kesetaraan, dan kami sangat senang bahwa karakter ini akan membantu kami menyampaikan pesan mengenai pemberdayaan perempuan kepada khalayak yang lebih luas," ujar Gallach. 

Sebagai bagian dari kampanye ini, DC Comics sedang mengembangkan komik terbaru Wonder Woman yang “bercerita tentang pemberdayaan, perdamaian, keadilan, dan kesetaraan,” yang akan tersedia di seluruh dunia dalam berbagai bahasa.

Gambar Wonder Woman juga akan digunakan PBB dalam berbagai bentuk kampanye terkait perempuan dan kesetaraan gender. 

Wonder Woman bukanlah karakter fiksi pertama yang menjadi duta PBB. Sebelumnya, Winnie the Pooh pernah menjadi duta Hari Persahabatan Internasional, dan Tinker Bell juga pernah menjadi duta hijau kehormataan pada 2009.—Rappler.com