PM Singapura Lee akan bertemu Jokowi pada 14 November

Fariz Fardianto

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

PM Singapura Lee akan bertemu Jokowi pada 14 November
Lee Hsien Loong sempat batalkan kunjungan ke Indonesia karena jatuh sakit pada Agustus 2016

 

SEMARANG, Indonesia — Setelah sempat jatuh sakit saat berpidato di hadapan rakyatnya pada pertengahan Agustus lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong akhirnya menepati janjinya untuk mengunjungi Indonesia.

PM Lee akan bertatap muka dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, pada Senin, 14 November, untuk membicarakan sejumlah kebijakan strategis antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pesawat yang ditumpangi rombongan PM Lee tiba di Semarang pada Minggu sore, 13 November.

“Orang dekatnya menginformasikan kepada kami kalau akan membawa rombongan dalam jumlah besar saat mengunjungi Kendal,” kata Retno, pada Minggu. PM Lee membawa sedikitnya 9 menteri. 

Retno mengatakan, selama bertemu Jokowi akan membicarakan berbagai isu hubungan bilateral di bidang ekonomi hingga politik. “Beliau berada di Semarang selama dua hari,” katanya.

Selain bertemu Jokowi, PM Lee akan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pejabat terkait untuk memperkuat jalinan kerjasama seperti di bidang pariwisata dengan Pemerintah Daerah Makassar dan penguatan kerjasama sistem digital ekonomi Batam.

Retno mengatakan walaupun memiliki wilayah teritorial kecil, namun Singapura menjadi mitra penting bagi Indonesia. Ia menyebut Negeri Singa itu selama beberapa dekade terakhir telah menjelma menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia, seiring nilai transaksi perdagangan dengan Singapura selama kurun waktu 2013 telah mencapai 30 miliar dolar Singapura.

“Dan kalau untuk sektor investasi, mereka sudah menjadi mitra nomor satu buat kita di dunia internasional. Sebab, investasinya telah mencapai 5,9 miliar dolar Singapura. Itu termasuk investasi bagi 3.012 proyek,” kata Retno.

Selain itu, Retno juga menyatakan kerjasama antara kedua negara di bidang pariwisata global telah memberikan pemasukan bagi pendapatan domestik Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar Singapura pada 2015. 

“Untuk yang satu ini, jumlah wisatawan dari Singapura menempati peringkat kedua dunia,” ujarnya.

“Karenanya, kami lihat kerjasama dengan mereka sangat strategis, apalagi jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana hampir 200 ribu orang. Itu jumlah yang tentunya sangat besar,” kata Retno.

Kawasan Industri Kendal telan investasi Rp200 triliun

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) usai gelar konferensi pers tentang rencana peresmian Kawasan Industri Kendal, di Semarang, Jawa Tengah, pada 13 November 2016. Foto oleh R. Rekotomo/Antara

PM Lee dan Jokowi dikabarkan juga akan meresmikan proyek Kawasan Industri Kendal (KIK) di hadapan warga setempat.

“Luas lahan yang akan diresmikan sekitar 2.700 hektare,” kata Presiden Direktur PT Jababeka Budianto Liman yang membawahi proyek KIK.

Budianto menambahkan, untuk menyelesaikan proyek kawasan industri tersebut, pihaknya menggandeng Singapura Sembawang Corporation.

Ia menyatakan KIK saat ini merupakan megaproyek prestisius di Jawa Tengah karena mampu menyerap lebih dari 500 tibu pekerja lokal. 

Pembangunan tahap pertama dikerjakan di atas tanah 860 hektare. Proyek itu rencananya kelar 4 tahun mendatang. Lalu untuk nilai investasinya mencapai Rp160 triliun hingga Rp200 trilliun. 

“Itu baru proyek yang tahap awal. Masih ada kelanjutan tahap kedua dan seterusnya,” kata Budianto.

Ia menjamin atas proyek tersebut, Indonesia akan kebagian mayoritas sahamnya, yaitu 51 persen saham akan dimiliki PT Jababeka, sedangkan 49 persen untuk Singapura Sembawang.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berjanji akan mempermudah izin investasi lainnya di wilayah kerjanya. Khusus di Kendal, adanya proyek yang melibatkan investor dari Singapura ke depan akan menarik banyak penanam modal lagi.

“Pola kawasan industri ini menjadi cara untuk mengakselerasi regulasi yang banyak dipersulit. Maka, Kawasan Industri di Kendal saya harapkan bisa mengurangi angka kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Ganjar. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI

How does this make you feel?

Loading
Download the Rappler App!