Berita hari ini: Rabu, 19 Oktober 2016

Rangkuman berita yang tidak boleh Anda lewatkan

Petugas BMKG mengamati alat pengukur radiasi sinar matahari di Laboratorium Terbuka BMKG di Serang, Banten, Minggu (16/10). Foto oleh Asep Fathulrahman/ANTARA

%

%

%

%

%

%

%

%

Hello!

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Rabu, 19 Oktober 2016.

Soal dokumen TPF Munir, Suciwati kecewa dengan respon Presiden Jokowi

Pengunjung memegang topeng Munir saat mengikuti persidangan sengketa informasi Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir di kantor Komisi Informasi Pusat (KIP), Jakarta, Senin (10/10). Foto oleh Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

Pengunjung memegang topeng Munir saat mengikuti persidangan sengketa informasi Tim Pencari Fakta (TPF) kematian Munir di kantor Komisi Informasi Pusat (KIP), Jakarta, Senin (10/10). Foto oleh Akbar Nugroho Gumay/ANTARA

Istri mendiang aktivis HAM almarhum Munir Said Thalib, Suciwati, mengaku kecewa dengan respon Presiden Joko Widodo terhadap keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP).

"Perintah Presiden Joko Widodo kepada Jaksa Agung beberapa waktu lalu tidak menjawab persoalan ini," ujar Suciwati saat memberikan keterangan pers di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Rabu 19 Oktober 2016.

Komisi Informasi Pusat pada 10 Oktober lalu memerintahkan pemerintah untuk membuka hasil investigasi Tim Pencari Fakta kematian Munir. Namun sampai saat ini pemerintah belum membuka dokumen tersebut. Baca berita selengkapnya di sini.

Ambisi Guardiola menaklukkan Barcelona

Josep Guardiola dalam konferensi pers sebelum laga melawan Barcelona di Camp Nou, Rabu (18/10). Foto oleh Lluis Gene / AFP

Josep Guardiola dalam konferensi pers sebelum laga melawan Barcelona di Camp Nou, Rabu (18/10). Foto oleh Lluis Gene / AFP

Barcelona adalah tim spesial. Mereka seperti mesin,” kata manajer Manchester City Josep “Pep” Guardiola seperti dikutip BBC. Pernyataan itu meluncur dari bekas pelatih Barcelona tersebut jelang laga besar di Camp Nou, Kamis 20 Oktober pukul 01.45 dini hari WIB.

Pernyataan pelatih kelahiran Santpedor tersebut tidak salah. Barcelona mendominasi Liga Champions selama lebih dari satu dekade. Sejak 2000-2001, mereka tak pernah lagi terhenti di fase grup. Sepanjang 15 tahun itu, tim Blaugrana itu minimal selalu lolos ke 16 besar. Baca berita selengkapnya di sini.

Baru setahun, dinding Rusunawa Jatinegara mulai retak

Dua bocah bermain di sekitar Rusun Rawa Bebek di Jakarta Timur, Kamis (6/10). Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Dua bocah bermain di sekitar Rusun Rawa Bebek di Jakarta Timur, Kamis (6/10). Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Jatinegara Barat baru sekitar setahun ditempati warga relokasi dari Kampung Pulo, Jakarta Timur. Namun dinding rusunawa sudah mulai retak.

"Dulu retaknya nggak separah ini tapi sekarang jadi makin lebar,” kata ketua RT 8 RW 9 Rusun Jatinegara Barat Wajri pada Rabu 19 Oktober 2016.

Retaknya dinding Rusunawa cukup mencemaskan warga, terutama jika terjadi gempa bumi. Selain dinding retak, masalah lain di Rusunawa ini adalah atap yang bocor. Baca berita selengkapnya di sini.

Pesawat latih jatuh di Cilacap

Sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat simulasi kecelakaan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa (18/10).Foto oleh Nyoman Budhiana/ANTARA

Sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api saat simulasi kecelakaan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa (18/10).Foto oleh Nyoman Budhiana/ANTARA

Satu pesawat latih dilaporkan jatuh di areal persawahan di Dusun Tunggul Wulung, Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Rabu pagi.

"Tidak ada korban jiwa, kedua awak pesawat hanya mengalami luka," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova, Rabu 19 Oktober 2016.

Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan pesawat yang jatuh adalah pesawat latih jenis Viper Warior PK-BH. Pesawat tersebut dilaporkan jatuh sekitar pukul 08.30 WIB. Baca berita selengkapnya di sini.

Arab Saudi eksekusi Pangeran Turki

Foto ilustrasi diambil dari AFP.

Foto ilustrasi diambil dari AFP.

Seorang pangeran dari Keluarga Kerajaan Arab Saudi bernama Turki Saud al-Kabir dieksekusi pada Selasa, 18 Oktober 2016. Ia dinyatakan bersalah setelah menembak hingga mati seorang warga Saudi.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dikutip dari kantor berita SPA, menyebutkan korban tewas yang ditembak Pangeran Turki bernama Adel al-Mohaimeed. Penembakkan terjadi setelah keduanya terlibat perkelahian.

Namun SPA tidak menyebutkan dengan cara apa Pangeran Turki dieksekusi. Hanya saja sebagian besar hukuman mati di Arab Saudi dilakukan dengan cara dipenggal. Baca berita selengkapnya di sini.

Pemda DKI beri imbalan Rp 20 ribu bagi warga yang bisa tangkap tikus

BERANTAS HAMA TIKUS. Pemda DKI mengajak warga untuk bersama-sama memberantas hama tikus. Setiap bangkai tikus yang berhasil diperoleh akan dihargai dengan uang senilai Rp 20 ribu. Ilustrasi tikus oleh Rappler

BERANTAS HAMA TIKUS. Pemda DKI mengajak warga untuk bersama-sama memberantas hama tikus. Setiap bangkai tikus yang berhasil diperoleh akan dihargai dengan uang senilai Rp 20 ribu. Ilustrasi tikus oleh Rappler

Wagub DKI Djarot Syaiful Hidayat tengah melakukan kampanye agar ibukota bebas tikus. Caranya, pemda mengajak warga untuk bersama-sama menangkap tikus dan sebagai imbalannya setiap ekor hewan pengerat yang ditangkap, mereka akan menerima uang sebesar Rp 20 ribu.

“Sebenarnya (bagi) kita, tikus ini sudah jadi hama juga. Sudah banyak. Nah, kalau warga itu bisa tangkap tikus, Pak Wagub bilang begitu, melalui RT/RW dan lurah nanti akan ada kompensasinya sekian ribu,” ujar Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI, Ali Maulana Hakim.

Terkait urusan bangkai, dinas kebersihan akan membantu untuk membuang dengan cara dikubur. Bagaimana prosedur bagi warga yang ingin memperoleh imbalan itu? Apakah harus menyerahkan bangkai-bangkai tikus tersebut ke Balai Kota?

Ali mengatakan teknis (penyerahan) bangkai tikus dilakukan di masing-masing wilayah.

“Ya, lurah, camat, wali kota (jadi terverifikasi warga Jakarta atau bukan,” kata Ali lagi.

Kini dia sedang menunggu koordinasi dengan personil di masing-masing wilayah mengenai area penguburan bangkai tikus.

“Akan dirapatkan kembali teknisnya, karena kan ada instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Dinas KPKP Ketahanan Pangan,” tutur dia. Selengkapnya baca di sini.

Gempa 6,5 skala richter goyang Subang

Petugas BMKG mengamati alat pengukur radiasi sinar matahari di Laboratorium Terbuka BMKG di Serang, Banten, Minggu (16/10). Foto oleh Asep Fathulrahman/ANTARA

Petugas BMKG mengamati alat pengukur radiasi sinar matahari di Laboratorium Terbuka BMKG di Serang, Banten, Minggu (16/10). Foto oleh Asep Fathulrahman/ANTARA

Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) menggoyang kawasan Subang, Jawa Barat pada Rabu pagi, 19 Oktober, sekitar pukul 07.25 wib Seperti dikutip dari website BMKG, lokasi gempa berada pada 5.29 Lintang Selatan dan 108.00 Bujur Timur dan pusat gempa berada di kedalaman 654 kilometer.

Dari Kota Subang, lokasi gempa berjarak sekitar 120 kilometer ke arah timur laut. BMKG . Badan melaporkan gempa ini tak berpotensi tsunami. Namun sampai saat ini BMKG belum mendapat laporan adanya kerusakan dan korban dalam peristiwa tersebut. Baca berita selengkapnya di sini

—Rappler.com

Ayo langganan Indonesia wRap