Kronologi ledakan bom di Terminal Kampung Melayu

Uni Lubis
Ledakan terjadi di depan toilet dan di dekat halte bus Transjakarta

 Mobil GEGANA telah tiba dilokasi ledakan. Foto oleh Diego Batara/Rappler

JAKARTA, Indonesia – Bripda Polisi Febrianto Sinaga tengah makan pecel lele di kawasan Terminal Kampung Melayu, sekitar 50 meter dari Tempat Kejadian Perkara, ketika dia mendengar suara ledakan. 

Febri dan teman-temannya dari unit 1 Peleton 4 Sabhara Polda Metro Jaya saat itu tengah bertugas pengamanan antisipasi pawai obor di kawasan itu. 

“Begitu ledakan pertama, Bripda Febri segera berlari menuju TKP, dia mencium bau menyengat dan kepulan asap tebal,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto, saat menggelar jumpa pers di kantornya, Kamis 25 Mei 2017.

Setyo memaparkan kronologi versi Febri, sebagai salah satu saksi yang ada di dekat lokasi dan telah dimintai keterangan oleh penyidik gabungan dari detasemen 88 anti teror dan tim gabungan Mabes Polri . 

Di dekat TKP, Febri menemukan empat sosok tergeletak, yaitu Bripda Taufan Tsunami dan Bripda Yogi Aryo. Febri tak mengenali dua korban lainnya, karena tidak melihat wajahnya.

Febri lantas berupaya mengevekuasi korban dengan menyetop kendaraan yang ada. Saat itu ledakan kedua terjadi, Febri merasakan tekanan rasa sakit di telinga. 

“Febri lantas menyelamatkan diri dan minta diantar oleh pengendara motor yang lewat untuk menuju ke Mapolres Jakarta Timur, dan melaporkan kejadian itu,” ujar Setyo.  

Bom pertama meledak di depan toilet sekitar pukul 21.00 wib, sedangkan bom kedua meledak lima menit kemudian, pukul 21.05 WIB, di dekat halte. Jarak antara titik ledakan pertama dan kedua sekitar 5-10 meter. 

Polisi mengumumkan ada lima yang tewas dalam ledakan bom di Terminal Kampung Melayu itu, tiga anggota polisi dan dua diduga pelaku bom bunuh diri. – Rappler.com