MU 0-0 Newcastle: Sinyal darurat kebutuhan striker murni

Agung Putu Iskandar
MU 0-0 Newcastle: Sinyal darurat kebutuhan striker murni
Manchester United memang belum tersentuh kekalahan dalam tiga laga Premier League musim ini. Tapi produktivitas gol mereka terus menurun.

MANCHESTER, Inggris – Masalah utama Manchester United mulai terlihat di penampilan awal mereka pada Premier League musim 2015-2016. Setelah dua kemenangan tipis 1-0 melawan Tottenham Hotspur dan Aston Villa, United tertahan di laga ketiga, Minggu 23 Agustus, melawan Newcastle United.

Laga yang digelar di Old Trafford, kandang United, itu berakhir tanpa gol.

Situasi ini tak mengagetkan. Sebab, sebelum musim digelar per 8 Agustus lalu, tim berjulukan Setan Merah itu sudah disebut perlu menambah tenaga penyerang. Pembelian mereka sepanjang bursa transfer musim panas 2015 memang sudah tepat. Mereka memperkuat barisan tengah dan belakang.

Tapi, tanpa penyerang baru, tak ada ketajaman di lini depan. 

Manajer United Louis van Gaal hanya menggantungkan kebutuhan gol kepada Wayne Rooney. Striker United lainnya, Javier Hernandez, bukan pemain selevel Rooney. Akibatnya, lini depan United mandul.

Dalam laga melawan Newcastle, Rooney hanya membukukan dua tembakan. Itu adalah yang pertama di musim ini.

Dalam laga tersebut, Van Gaal kembali memainkan skema favoritnya 4-2-3-1 dengan Rooney di pucuk serangan. Dia didukung trio gelandang di belakangnya, yakni Juan Mata, Adnan Januzaj, dan Memphis Depay. 

Untuk duet gelandang bertahan, Van Gaal memasang Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger. Ini adalah untuk kali pertama Schweinsteiger turun sebagai starter. Sebelumnya, dia harus antri dengan Michael Carrick yang dimainkan sejak menit pertama.

Hingga babak pertama berakhir, tak ada gol yang tercipta. Padahal, United mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola hingga 59 persen.

Pada menit ke-67, Van Gaal memasukkan Chicharito—sebutan Javier Hernandez—untuk menemani Rooney di lini depan. Tapi, keduanya tak padu. Rooney tidak mendapat banyak dukungan dari Chicharito. Baik Chicharito maupun Mata tidak bisa merespons kecepatan dan visi Rooney.

Namun, Meneer Van Gaal ternyata tak terlalu risau dengan situasi ini. Justru, menurut dia, para pemain bermain fantastis. “Kami puas dengan performa pemain meski hasilnya tidak menyenangkan. Kami membuat banyak peluang. Kami hanya tidak beruntung,” kata Van Gaal seperti dikutip Daily Mail.

“Kami bermain fantastik. Kami bertarung sampai menit akhir. Ini pertandingan luar biasa. Saya suka laga seperti ini meski hasilnya buruk,” kata Van Gaal.

Van Gaal juga menampik bahwa timnya membutuhkan penyerang baru. “Tidak. Kami adalah tim terbaik dalam 3 laga terakhir. Saya hanya khawatir kami terlalu mendominasi lawan,” kata pelatih 64 tahun itu seperti dikutip ESPN.

Lini depan akan terus tumpul 

Kebuntuan lini depan United sejatinya tak hanya terlihat saat melawan Newcastle. Sebelumnya, tim dengan koleksi gelar Premier League terbanyak itu juga tak terlalu tajam saat melawan Tottenham Hotspur dan Aston Villa.

Total dalam tiga laga, United hanya membukukan 11 tembakan ke gawang. Bandingkan dengan Manchester City, tetangga United sekaligus penantang terbesar Chelsea dalam perburuan gelar. City membuat 15 tembakan ke gawang. Padahal, klub asuhan Manuel Pellegrini baru menjalani dua pertandingan (laga ketiga melawan Everton digelar Minggu, 23 Agustus, malam).

Situasi itu membuat legenda United Paul Scholes gelisah. Dia tidak habis pikir mengapa Van Gaal justru menganggap laga melawan Newcastle “fantastis”.

“Kamu bermain di kandang melawan Newcastle. Tentu saja kamu berharap menang. Kiper tamu bahkan hanya membuat penyelamatan gemilang satu kali dan itu fantastis? Tidak bagiku,” kata Scholes.

Jika Van Gaal tidak membuat banyak perubahan di lini depan, Scholes ragu United akan menjadi penantang juara. “Saya tidak yakin mereka akan memenangi liga. Mungkin hanya berada di 4 besar.”

Scholes menyebut ketergantungan United pada Rooney terlalu besar.

“Jika Rooney tidak mencetak gol, lantas siapa? Mungkin Chicharito atau Memphis bisa. Tapi, tidak semua orang bisa berkontribusi untuk mencetak gol. Padahal, kamu butuh seseorang dengan kemampuan seperti itu,” ujarnya. 

Scholes yang mengoleksi 11 gelar Premier League bersama United itu justru kagum dengan barisan penyerang City. Menurut dia, City bisa mencetak gol dari banyak posisi.

“City sangat menakutkanku. Tim itu luar biasa. Saya melihat ke United dan tidak melihat kemampuan yang sama. Saya tidak bisa melihat ancaman gol dari manapun,” kata Scholes.—Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.