Boikot produk Indonesia, NU sebut Singapura langgar kedaulatan

Rappler.com
Boikot produk Indonesia, NU sebut Singapura langgar kedaulatan

EPA

Kabut asap yang juga mewabah hingga ke Singapura membuat produk dari lima perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan di Indonesia diboikot

JAKARTA, Indonesia—Bencana kabut asap di Sumatera yang sampai di Singapura membuat Singapore Environment Council (SEC) menyerukan pelarangan penggunaan Singapore Green Label  untuk barang yang diproduksi perusahaan Indonesia yang disinyalir terlibat dalam pembakaran hutan.

Singapore Green Label adalah sertifikasi untuk produk-produk yang dinilai ramah lingkungan yang dijual di sana. 

Menurut laporan tempo.co kelima perusahaan yang diduga terlibat pembakaran hutan adalah:

  1. PT Rimba Hutani Mas
  2. PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries
  3. PT Bumi Sriwijaya Sentosa
  4. PT Wachyuni Mandira
  5. Asia Pulp and Paper (APP)

Dengan dicabutnya sertifikasi hijau, maka produk-produk dari perusahaan tersebut tidak dapat dijual di Singapura. Barang yang diboikot antara lain adalah tisu merek Paseo, Nice, dan Jolly yang diproduksi APP, anak perusahaan dari Grup Sinar Mas.

Pemboikotan ini dilakukan oleh beberapa jaringan ritel terbesar di Singapura, seperti FairPrice, Sheng Siong, dan Prime Supermarket. Video di bawah ini menunjukan seorang pegawai FairPrice yang memboikot tisu produksi Indonesia.

Dalam survei yang dilakukan media Singapura The Straits Times, setidaknya 25 dari 50 warga Singapura setuju dengan pemboikotan ini, sementara 19 orang lainnya menolak dan 6 orang lainnya tidak menjawab.

“Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan — mengambil keuntungan dengan risiko kesehatan orang lain,” kata seorang ibu rumah tangga Dawn Wee dalam survei The Straits Times.

Di sisi lain, Neo Heng Wei, seorang mahasiswa berusia 20 tahun beranggapan pemboikotan tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kita tidak menyentuh akar dari permasalahan yang ada, yaitu fakta bahwa membakar hutan adalah cara tercepat untuk mengosongkan lahan. Memberikan pendidikan kepada para pekerja adalah yang terpenting,” katanya.

Pihak APP menyatakan bahwa tindakan pemboikotan ini sangat tidak etis, apalagi mereka belum dibuktikan bersalah atas terjadinya kebakaran yang menyebabkan kabut asap berkepanjangan.

“Beberapa perusahaan ini telah melakukan boikot sepihak karena kami tidak pernah dimintai klarifikasi,” kata Manager Director PT Sinar Mas Gandi Sulistyanto seperti yang dikutip dari tempo.co.

Meskipun pemboikotan di Singapura tidak akan berefek banyak pada pendapatan APP, Gandi merasa hal ini dapat membawa citra buruk bagi perusahaan. “Nilainya tak seberapa, tapi ini memberi citra yang sangat negatif,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj berpendapat bahwa pemboikotan yang dilakukan Singapura telah melanggar kedaulatan Indonesia.

“Singapura yang mengirim surat peringatan kepada perusahaan asal Indonesia itu melanggar kedaulatan. Jangan dibiarkan,” kata Said di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober, seperti yang dikutip dari republika.co.id.

Netizen mempunyai tanggapan yang beragam mengenai pemboikotan ini. 

Menurut kamu, apakah tindakan Singapura tepat untuk membantu #melawanasap? —Rappler.com

BACA JUGA:

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.