Penerjun payung Jogja Air Show tewas saat mendarat darurat di air

Mawa Kresna
Penerjun payung Jogja Air Show tewas saat mendarat darurat di air
Wica Milanti Ayuningtyas beraksi dalam acara Jogja Air Show

 

YOGYAKARTA, Indonesia — Seorang penerjun perempuan yang beraksi dalam acara Jogja Air Show mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan dan meninggal dunia, pada Sabtu pagi, 26 Maret. 

Wica Milanti Ayuningtyas (24 tahun) yang seharusnya mendarat di darat justru mendarat di laut dengan jarak 35 meter dari bibir Pantai Depok, Bantul, dan tergulung ombak.

Komandan Landasan Udara Adi Sucipto, Marsma Imran Baidirus, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat atraksi pukul 08:05 WIB. Wica dan penerjun lainnya melompat dari pesawat dalam keadaan normal. Namun setelah di udara, Wica tampak berpisah dengan penerjun lainnya.

“Wica tampak ke arah laut. Kira tidak tahu apa penyebabnya. Padahal saat itu angin normal,” kata Imran dalam konferensi pers di Lanud Adi Sucipto

Menurutnya, Wica sudah melakukan prosedur penerjunan di laut dengan baik. Kira-kira empat meter sebelum permukaan air, Wica sudah melepaskan parasut. Sayangnya Wica jatuh tepat ketika ombak besar datang. Ia pun tergulung ombak.

“Tim SAR langsung bergerak dan mencari Wica, tapi memang medannya sulit, ombak besar. Saat ditemukan SAR, kondisi masih bernafas,” kata Imran.

Korban kemudian dilarikan ke Klinik Rahma Husada Bantul, namun tidak bisa diselematkan.

“Tidak ada jeratan parasut, Wica mungkin tenggelam dan tidak bisa bernafas,” ujar Imran.

Sementara itu, penanggung jawab penerjunan Jogja Air Show, Hendro Satrio, mengatakan jika Wica merupakan penerjun yang sudah berpengalaman. Meski usianya tergolong muda, Wica sudah melakukan 125 kali penerjunan. Bahkan pada Jumat, 25 Maret, kemarin, Wica juga ikut terjun menyusuri Pantai Krakal dan Pantai Depok.

“Wica menjadi anggota FASI sudah sejak tahun 2006. Kita juga sedang persiapkan Wica untuk ikut PON. Yang kini sedang kita dalami adalah mengapa dia terbangnya di atas air, apakah ada error atau gangguan teknis, kita belum tahu,” kata Hendro, yang juga atlet Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Yogyakarta.

Rencananya jenazah korban akan dimakamkan pada Minggu, 27 Maret, pada pukul 11:00 WIB. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka di Kompleks Lanud Adi Sucipto Blok H-3. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.