Indonesia sukses selesaikan misi ‘Menjemput Emas’ di Olimpiade Rio

Rappler.com
Indonesia sukses selesaikan misi ‘Menjemput Emas’ di Olimpiade Rio

ANTARA FOTO

Posisi Indonesia di Olimpiade Rio 2016 lebih baik dari Olimpiade London 2012

JAKARTA, Indonesia — Olimpiade Rio 2016 telah berakhir Minggu malam, 21 Agustus, waktu setempat (Senin pagi, 22 Agustus, WIB).

Upacara penutupan Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil itu diselenggarakan dengan pesta semarak di Stadion Maracana. Kontingen Indonesia pun telah bertolak kembali ke Tanah Air, Minggu malam waktu setempat, usai menyelesaikan misi “menjemput” medali emas.

Dalam pesta olahraga terbesar sejagad ini, kontingen Indonesia meraih 1 medali emas dan 2 medali perak. 

Atlet ganda campuran bulu tangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut medali emas pada 17 Agustus, bertepatan dengan hari kemerdekaan RI yang ke-71.

“Misi kita sejak awal adalah menjemput emas, dan Alhamdulilah medali emas sudah kita dapat di Brasil ini,” kata ketua kontingen Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, di Rio, pada Minggu.

Sebelumnya, dua atlet angkat besi, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni Agustiani, merebut medali perak di kelasnya masing-masing.

Hasil ini lebih baik dari Olimpiade London 2012, di mana Indonesia hanya mendapat 1 perak dan 1 perunggu.

Dalam peringkat medali, Indonesia menempati peringkat ke-46 dari 205 negara peserta Olimpiade 2016. Posisi tersebut lebih baik dibanding pada Olimpiade 2012, ketika itu Indonesia berada di urutan ke-63.

Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia hanya berada di bawah Thailand yang mengantongi dua medali emas, dan masih di atas Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Rombongan tim Indonesia yang dipimpin “chef de mission” Raja Sapta Oktohari itu kembali ke Tanah Air dengan maskapai Qatar Airways dan dijadwalkan akan tiba pada Selasa petang, 23 Agustus, di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Atlet-atlet yang pulang dalam rombongan utama kontingen Indonesia adalah dari cabang bulu tangkis, atletik, dan balap sepeda BMX. Atlet angkat besi, panahan, dayung, dan renang sudah pulang terlebih dahulu.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mempersiapkan acara penyambutan bagi kontingen Olimpiade Indonesia tersebut.

“Ini kesuksesan kita bersama, bukan hanya kesuksesan Owi/Butet, tim bulu tangkis atau kontingen Olimpiade saja,” kata Oktohari, menyebut Tontowi/Liliyana dengan panggilan akrab mereka.

Amerika Serikat juara Olimpiade Rio

Upacara penutupan Olimpiade Rio 2016 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, pada 21 Agustus 2016. Foto oleh Michael Reynolds/EPA

Olimpiade Rio yang berlangsung sejak 5 Agustus telah ditutup secara resmi pada Minggu malam.

Dalam acara tersebut juga dilakukan serah terima bendera Olimpiade kepada Jepang yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.

(BACA: LIVE BLOG: Upacara Penutupan Olimpiade Rio 2016)

Olimpiade yang berlangsung selama 17 hari ini diikuti lebih dari 10 ribu atlet dari 205 negara anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), termasuk Indonesia, mempertandingkan 38 cabang olahraga.

Amerika Serikat kembali menunjukkan superiotasnya di dunia olahraga dengan tampil sebagai juara umum Olimpiade ke-31 ini.

Dengan perolehan 46 medali emas, 37 perak, dan 38 perunggu, Amerika Serikat jauh mengungguli negara-negara peserta lainnya di Olimpiade 2016. 

Inggris yang meraih 27 emas, 23 perak dan 17 perunggu, membuat kejutan dengan menggeser posisi Tiongkok di urutan kedua. Negeri Tirai Bambut itu hanya terpaut satu medali emas di bawah Inggris.

Tuan rumah Brasil berada di urutan ke-13 dengan tujuh emas, enam perak, dan enam perunggu.

Meskipun tidak masuk dalam persaingan papan atas perolehan medali, namun Brasil dapat berbangga dengan meraih medali emas pada cabang paling bergengsi sepak bola.

Neymar dan kawan-kawan dengan dukungan lebih dari 100 ribu supporter di Stadion Maracana berhasil menaklukkan Jerman melalui adu penalti 6-5, pada pertandingan final Sabtu malam. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.