Perjuangan berat Trump menghadapi debat kedua dengan Clinton

Rappler.com
Perjuangan berat Trump menghadapi debat kedua dengan Clinton
Puluhan anggota senat dan DPR ramai-ramai menarik dukungan mereka terhadap Trump usai skandal video tahun 2005 terungkap ke publik

JAKARTA, Indonesia – Kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump membutuhkan penampilan yang sangat kuat menghadapi Hillary Clinton dalam debat kedua pada Minggu, 9 Oktober (Senin, 10 Oktober waktu Indonesia). Sebab, puluhan anggota senat dan anggota DPR dari Partai Republik justru menarik dukungan mereka usai mendengar komentar cabul Trump dalam sebuah video yang dirilis harian Washington Post. (BACA: Transkrip Donald Trump yang merendahkan perempuan)

Bahkan, sebelum kasus terbaru ini, Trump sudah ada di posisi yang membutuhkan keajaiban momen politik agar bisa unggul dari Clinton dalam polling khususnya 4 minggu jelang pemilu pada tanggal 8 November. Kini, program kampanyenya semakin ditempa krisis paling buruk, karena komentarnya yang kasar didengar oleh para pemilih setiap hari.

Bahkan, media nasional mulai menemukan beberapa bukti mengenai perilaku buruk dan anehnya, termasuk sepakat dengan seorang pewawancara bahwa putrinya, Ivanka, merupakan “objek seksual”. Dalam sebuah wawancara dengan Howard Stern pada tahun 2002 lalu, Trump juga mengatakan dia memilih untuk mencampakkan perempuan di usia tertentu.

“Apa yang bisa didapat di usia 35? Itu tanda waktunya pergi,” ujar Trump menyindir.

Debat yang digelar pukul 21:00 waktu setempat (pukul 08:00 waktu Indonesia), mogul real estate itu akan menghadapi mantan Menteri Luar Negeri dalam debat kedua yang digelar di Universitas Washington di St. Louis.

Format dari debat publik itu diprediksi akan membuat Trump kesulitan: separuh dari pertanyaan akan ditanyakan oleh para pemilih yang belum menentukan pilihan mereka.

Namun berdasarkan sumber CNN, moderator debat yakni Anderson Cooper dan Martha Raddatz telah menyesuaikan rencana mereka untuk debat hari ini. Mereka berencana langsung bertanya mengenai video yang memuat komentar cabul tersebut.

Walaupun semuanya masih dapat berubah hingga waktu penayangan, sumber di stasiun berita ABC mengatakan, mungkin kedua moderator hanya ingin mengkonfirmasi. Tetapi, Trump dan Clinton akan berkomentar mengenai isu tersebut.

Sementara, salah satu penasihat Trump, Rudy Giuliani, mengatakan dalam program CNN, State of Union, biliuner itu kemungkinan akan kembali meminta maaf atas penayangan video tahun 2005 itu.

Cukup

Beberapa koleganya di Partai Republik bereaksi keras atas video tahun 2005, sebagian dari mereka bahkan sudah menyerukan agar Trump mundur atau membiarkan rekannya Mike Pence untuk mengambil alih. Sementara, kolega lainnya hanya menarik dukungan mereka.

Pence yang merupakan Gubernur Indiana mengatakan dia tersinggung dengan pernyataan Trump. Sementara, Ketua DPR, Paul Ryan mengaku dia muak dengan komentar Trump dan membatalkan undangan baginya menghadiri sebuah acara politik di Winsconsin.

Pada Sabtu kemarin, puluhan anggota senat, anggota DPR dan 3 gubernur – semuanya dari Partai Republik – telah membatalkan dukungan mereka. Salah satu dari mereka adalah mantan Menlu Condoleezza Rice yang mengatakan “cukup! Donald Trump seharusnya tidak menjadi Presiden. Dia harus mundur”

Anggota senat, John McCain yang sempat menjadi kandidat presiden tahun 2008, mengatakan perilaku Donald Trump membuat dia tak mungkin terus memberikan dukungan bagi pria berusia 71 tahun itu. Gubernur Ohio, John Kasich mengatakan komentar Trump menjijikkan dan anggota senat dari negara bagian Illinois, Mark Kirk menyerukan agar segera melakukan pergantian.

Trump memang telah meminta maaf kepada publik, tetapi hal itu tidak menghentikan penarikan dukungan. Komite Nasional Republik (RNC) sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri kesepakatan pengumpulan dana bersama dalam kampanye Trump.

Tidak akan mundur

Namun, Trump menolak seruan yang mulai muncul dari partainya sendiri agar mundur dari pencalonan Presiden hanya karena video yang direkam tahun 2005 lalu. Dia mengatakan “tidak ada kemungkinan saya akan mundur” dari pemilihan Presiden.

Hal tersebut disampaikan Trump pada Minggu malam ketika keluar dari salah satu gedung tinggi miliknya, Trump Tower di New York. Ketika ditanya apakah dia akan tetap berada dalam pilpres, Trump menjawab: “100 persen (akan tetap berada di sana)”.

Dia sendiri berpendapat terungkapnya video tersebut merupakan cara untuk mengalihkan isu. Isu serupa juga bisa saja menimpa Clinton terkait skandal suaminya di masa lalu, Bill ketika diketahui berselingkuh dengan Monica Lewinsky. Trump mengindikasikan akan membawa isu di masa lalu tersebut.

Penasihat Trump, Rudy Giuliani, mengatakan tidak ada alasan bagi Trump untuk mundur.

“Ini justru pemikiran yang diharapkan dari kampanye Clinton dan orang-orang yang selama ini berseberangan dari dia. Dia ada di pilpres untuk menang,” kata Giuliani menambahkan. – dengan laporan AFP/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.