Michelle Obama geram dengan perlakuan Trump terhadap wanita

Rappler.com
Michelle Obama geram dengan perlakuan Trump terhadap wanita
‘Tidak penting dari partai apa Anda berasal – Demokrat, Republik, independen – tidak ada waniita yang pantas diperlakukan seperti ini. Tidak ada yang pantas menerima siksaan seperti ini,’ kata Michelle Obama

JAKARTA, Indonesia – Michelle Obama menyuarakan keinginannya untuk kehidupan yang lebih tenang setelah tak lagi menjabat sebagai ibu negara Amerika Serikat. Namun untuk mencapai hal itu, ia harus menghentikan serangan yang dilontarkan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, terhadap kaum perempuan.

Dalam sebuah pidatonya pada Kamis, 13 Oktober, suara Michelle bergetar dengan emosi. Istri Presiden Barack Obama itu menyerang Trump yang berbicara secara agresif tentang kaum perempuan, menyebut hal tersebut “memalukan”, terutama perkataan-perkataan yang keluar dari mulut pria yang sedang menyalonkan diri sebagai presiden.

“Itu [perkataan Trump] menggangguku hingga begitu dalam, dan tidak bisa kuprediksi,” kata Michelle.

Michelle, pengacara lulusan Harvard yang kini berfokus pada masalah pendidikan dan kesehatan, kini membangkitkan semangat untuk calon Partai Demokrat, Hillary Clinton, di New Hampshire dengan permohonan untuk “menghentikan kegilaan ini”.

Komentarnya muncul ketika Trump melawan dugaan-dugaan mengenai penyimpangan seksual, seperti kemunculan rekaman suara di mana Trump dengan status figur publiknya mampu menggerayangi wanita tanpa terkena hukuman.

Trump pun kemudian menampik isi rekaman tersebut, dan menyebutnya apa yang diucapkannya semata hanya obrolan ruang ganti sesama lelaki.

“Ini bukan bercandaan ruang ganti,” ujar wanita berusia 52 tahun tersebut, jengkel.

“Individu dengan kekuasaan berbicara secara bebas dan terbuka mengenai tindakan seksual seperti predator. Dan berbicara pula mengenai mencium dan meraba wanita.”

“Tidak penting dari partai apa Anda berasal – Demokrat, Republik, independen – tidak ada wanita yang pantas diperlakukan seperti ini. Tidak ada yang pantas menerima siksaan seperti ini,” ujarnya

Ia pun mengecam Trump dengan sebutan “kasar” dan sikap yang “mengerikan” terhadap wanita, tanpa pernah menyebut nama Trump sekalipun dalam pidatonya.

“Ini tidak normal. Ini bukan politik seperti biasa. Ini memalukan. Ini tidak dapat ditoleransi.”

‘Bukan perilaku manusia yang sopan’

Michelle merupakan salah satu figur publik yang terkenal di Amerika. Dia mendapatkan rating sebesar 64% dalam poling Gallup pada Agustus lalu.

Sebagai tambahan dalam usahanya menentang obesitas anak dan promosi edukasi, semasa di Gedung Putih, dia meraih status sebagai seseorang yang bergaya dan sabar, pandai berbicara tetapi rendah hati, serta menyenangkan dan lucu. 

Setelah tahun lalu kedua anak perempuan Obama dipilih sebagai remaja yang paling berpengaruh di AS oleh majalah Time, Michelle mengatakan, “Mereka tidak berpengaruh. Mereka hanya hidup di sini.”

Michelle sendiri telah mendapatkan penghargaan Oscar dan tampil di berbagai sampul majalah, seperti Vogue, Ebony, dan Time.

Dia juga ikut serta dalam kampanye Presiden Barack Obama untuk membantu pencalonan Hillary Clinton sebagai presiden wanita AS pertama.

Penampilan dia pada Kamis lalu diiringi sebuah kritik: dengan pencalonan Trump setelah tuntutan dari paling sedikit 6 wanita yang melapor mengenai tindakan seksual yang telah dilakukan olehnya di masa lalu, yaitu meraba-raba dan mencium.

Miliuner asal Manhattan itu pada Minggu, 9 Oktober, mengatakan, dalam debat presiden keduanya dengan Hillary, bahwa selain percakapan cabulnya tahun 2005 yang tertangkap video, ia tak pernah secara seksual menyerang wanita.

Trump dengan berapi-api menolak klaim yang dilaporkan media Amerika Serikat tersebut, seperti The New York Times, NBC, dan People Magazine. Trump mengatakan bahwa tindakan media-media tersebut didasari oleh politik, dan berencana menutut New York Times Times.

“Cerita palsu dari @nytimes adalah KEBOHONGAN TOTAL,” ucap Trump di Twitter.

Namun Michelle justru menyerang dia dengan dendam.

“Lelaki dalam hidupku tidak berbicara mengenai wanita dengan seperti ini,” katanya. 

“Bukan seperti ini sikap manusia yang seharusnya, dan ini tentunya bukan yang diinginkan orang untuk menjadi presiden Amerika Serikat.”

Michelle juga membela Hillary sebagai pemersatu kekuatan, dan mengatakan hanya istri mantan Presiden Bill Clinton itu pulalah yang bisa “menyembuhkan luka yang memecah belah kita.”

Hillary pun membalas tweet kepada Obama: “@FLOTUS, aku kagum. Terima kasih telah mengatakan apa yang selama ini ada di hati kita. –H”

Michelle juga menyuarakan kepada wanita untuk melawan Trump pada kotak suara.

Jika Trump terpilih, ia mengingatkan, “Kita akan mengatakan kepada anak laki-laki kita bahwa tidak apa menyakiti wanita. Kita akan mengatakan kepada anak perempuan kita bahwa ini adalah hal yang pantas untuk mereka.”

“Sementara ibu dan nenek kita seringkali lemah dalam mengubah situasi mereka, hari ini sebagai wanita kita memiliki segala kekuasaan yang dibutuhkan untuk menentukan hasil pemilu ini,” ungkap Michelle.

“Kita punya pengetahuan. Kita punya pilihan,. Kita punya suara.” —AFP/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.