Kapolda: Nakhoda KM Zahro Express melompat terakhir

Sakinah Ummu Haniy
Kapolda: Nakhoda KM Zahro Express melompat terakhir
Dari 23 korban tewas, baru tiga orang yang berhasil teridentifikasi.

JAKARTA, Indonesia — Berbeda dengan kabar yang beredar sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Iriawan menuturkan bahwa sang nakhoda KM Zahro Ekspress menyelamatkan diri setelah seluruh penumpang berhasil di evakuasi dalam kecelakaan yang terjadi Minggu pagi, 1 Januari lalu.

“Menurut penuturan penumpang yang saya dapatkan, nakhoda melompat terakhir,” ujar Iriawan kepada media di RS Polri Kramat Jati, Senin, 2 Januari.

Iriawan juga mengungkapkan bahwa terdapat ledakan yang diduga berasal dari mesin saat kapal baru berlayar selama kurang lebih 20 menit, sekitar 2 mil dari pelabuhan di Muara Angke dengan tujuan Pulau Tidung. 

Dari 23 korban tewas, 20 di antaranya adalah korban yang terbakar dari ledakan, sementara tiga lainnya tewas tenggelam. Hingga Senin baru tiga korban yang teridentifikasi, dua di antaranya telah dibawa oleh pihak keluarga dari RS Polri.

Tiga korban tersebut adalah:

1. Dewi, perempuan berusia 35 tahun. Diidentifikasi lewat gelang yang dikenakan di kakinya. Ia dibawa pihak keluarga menuju rumah duka di kawasan Jelambar, Jakarta Barat.

2. Nia Kurniati, perempuan berusia 33 tahun, sedang hamil 3 bulan. Ia dibawa keluarga ke kawasan Lembang, Bandung.

3. Tjung Tho Kie, perempuan. Diidentifikasi lewat gigi palsu di rahang atas, memakai cincin dan gelang.

Selain 23 korban tewas, masih ada 17 orang yang hilang.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih melanjutkan penyelidikan terkait kecelakaan ini dan selanjutnya akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk Anak Buah Kapal (ABK), pemilik Zahro Ekspress, serta nakhoda. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.