Aplikasi Smart City Jakarta, bermanfaatkah?

Febriana Firdaus
Informasi di aplikasi ini sangat bermanfaat, tapi kekurangan masih ada di beberapa layanan. Perlu diperbaiki.

JAKARTA, Indonesia — Aplikasi Smart City telah resmi diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin, 15 Desember 2014. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Anda bisa berpartisipasi dan memanfaatkan aplikasi ini. (BACA: Ahok bangun Jakarta jadi Smart City gunakan media sosial)

Rappler Indonesia telah meneliti dan mengutak-atik aplikasi ini untuk Anda. Berikut beberapa panduan yang bisa Anda cermati:

1. Buka situs smartcity.jakarta.go.id.

Saat dibuka di sebelah kiri atas halaman akan tampil menu laporan masyarakat, laporan banjir Peta Jakarta, peta manajemen bencana, peta macet oleh Waze, informasi pendukung, hingga destinasi lokal. Sedangkan di sisi tengah bawah juga muncul tiga kubik laporan, yakni gambar kemacetan di titik tertentu, data ROP (Respons Opini Publik), dan data ketinggian pintu air. 

 

2. Untuk mengetahui jenis laporan masyarakat yang masuk, klik ‘laporan masyarakat’ (Qlue), maka akan muncul pointer macet, pelanggaran, kebakaran, sanitasi, dan bencana alam. Jika di poin macet disebut angka 33, itu berarti ada 33 laporan kemacetan di seluruh wilayah Jakarta.

Ingin mengetahui lebih jauh isi laporan itu? Klik saja tanda centang warna biru, maka layar akan berubah dipenuhi balon-balon dan garis berwarna-warni. Misal, Anda mengklik poin macet, maka layar akan dipenuhi oleh garis-garis merah di seluruh peta. Begitu juga dengan poin pelanggaran, kebakaran, sanitasi, dan bencana alam. 

Untuk pointer-pointer di atas, semua datanya diperoleh Smart City dari aplikasi Qlue.

Dan serunya, laman laporan masyarakat yang bekerjasama dengan Qlue ini juga mencantumkan komentar dari warga Jakarta. Misal terkait macet, coba klik salah satu titik laporan tentang macet. Maka Anda akan mendapat tampilan seperti di bawah ini dengan keterangan yang cukup lengkap mengenai kemacetan di daerah tersebut. Dan ada kolom khusus untuk berkomentar, klik angkanya, dan dapatkan komentar-komentar warga yang diunduh Smart City dari aplikasi Qlue. 

 

3. Begitu juga untuk mengetahui laporan banjir yang bekerja sama dengan petajakarta.org, cukup klik ‘Laporan Banjir Peta Jakarta’ dan Anda akan dapat informasi berita banjir per kecamatan, aliran sungai, lokasi pompa air, hingga titik pintu air.

Laman ini menarik, karena kita tak perlu lagi repot, cukup klik balon pintu air mana saja, maka info ketinggian air langsung tersedia. Perhatikan jika warna balon pintu air tak lagi hijau, atau berubah jadi abu-abu, itu berarti ketinggian air sudah masuk level “waspada”. Saatnya mulai waspada terhadap ancaman banjir di Jakarta.

 

4. Tak ketinggalan juga Waze. Aplikasi Waze akan memandu Anda untuk menghindari kemacetan.Di Smart City, kepadatan lalu lintas di Jakarta bisa ditampilkan dengan cukup baik. 

Di aplikasi ini, Waze juga dilengkapi dengan informasi kondisi lalu lintas, laporan kecelakaan, hingga laporan bencana alam. 

 

5. Aplikasi Smart City Jakarta juga menambahkan informasi pendukung, yakni mengenai CCTV online, halte Busway, rute jalur busway, hingga status pintu air.

Meski terlihat banyak titik CCTV di peta Smart City, tapi ada beberapa kelemahan di aplikasi ini. Yakni tidak semua CCTV mampu menampilkan gambarnya alias mati. Posisi beberapa CCTV juga tak pas. Misal tertutup tiang listrik atau pohon rindang.

 

6. Jika Anda butuh bantuan aparat, Smart City juga menyediakan informasi di mana Anda bisa menemukan pos polisi, rumah sakit, klinik, sekolah, wisata, hingga tempat ibadah. 

 

Sayangnya, di aplikasi Smart City, tim Rappler Indonesia menemukan beberapa pengulangan, seperti titik macet versi laporan warga di Qlue, dan titik macet versi laporan warga di Waze.

Belum lagi, beberapa laman tidak berfungsi, seperti info Peta Manajemen Bencana. Saat Rappler hendak mengakses, muncul keterangan “sedang diproses” di layar komputer Kami. 

Padahal laman ini cukup berguna, karena kita bisa mendapatkan informasi mengenai bencana cuaca ekstrim, bencana kebakaran, fasilitas penampungan sementara, hingga pos curah hujan.    

Jika masih terlalu bingung menggunakan aplikasi ini, Anda juga bisa langsung mengklik saja balon-balon berwarna-warni yang ada di peta. Lebih mudah dan praktis. Misal balon warna oranye untuk kemacetan, warna biru untuk pelangggaran, balon warna hijau untuk sanitasi atau sampah, dan warna abu-abu untuk lokasi banjir. Selamat mencoba! —Rappler.com 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.