Ahok terserang demam berdarah

Narendra Adhiaksa
Ahok terserang demam berdarah

AFP

Di sela-sela kisruh dengan DPRD, Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama harus istirahat karena terserang demam berdarah.

JAKARTA, Indonesia — Belum selesai kisruh dengan DPRD, Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama harus melawan musuh baru —virus demam berdarah. Pada Senin, 9 Maret 2015, Ahok tidak bekerja karena harus melakukan tes darah dan beristirahat selama beberapa hari.

Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat berkata bahwa Ahok sudah menelpon dan meminta Djarot mengambil alih kepemimpinan hingga Ahok pulih.

“Saya ditugaskan memimpin selama beberapa hari ke depan,” ujar Djarot.

Seorang staf di kantor gubernur, Mansyur, mengatakan bahwa tak hanya Ahok yang terkena demam berdarah, anak bungsu Ahok juga ikut sakit.

“Anaknya bapak juga sakit demam berdarah,” ucap Mansyur.

Belum dapat dipastikan di mana Ahok terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti, namun Balai Kota sudah merencanakan pengasapan sebagai antisipasi penyebaran lebih luas penyakit ini.

“Pekan ini kami lakukan fogging,” ujar Djarot.

Sementara itu, di perumahan tempat tinggal Ahok di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, pengasapan sudah rutin dilakukan setiap pekan. Hanya saja, menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, upaya ini belum maksimal karena kebanyakan penghuni tidak berada di tempat saat pengasapan sehingga banyak lokasi yang tidak terjangkau.

“Pemeriksaan genangan diakhiri dengan pembagian bubuk abate untuk ditaburkan di semua penampungan air. Proses itu tak bisa dilakukan di Pantai Mutiara,” ujar Koesmedi.—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.