Polisi masih dalami kasus pembunuhan aktivis Jopi Peranginangin

Rappler.com
Polisi masih dalami kasus pembunuhan aktivis Jopi Peranginangin
Masih belum jelas apakah pembunuhan Jopi adalah kejahatan biasa atau terkait dengan peran dia sebagai aktivis agraria di Sawit Watch.

JAKARTA, Indonesia— Berusaha melerai perselisihan, aktivis agraria Jopi Peranginangin ditusuk hingga tewas di sebuah klub di Kemang, Sabtu, 23 Mei 2015. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

“Masih didalami, kemudian masih akan dilihat dari beberapa petunjuk yaitu CCTV. Kita coba identifikasi (pelaku) dan hasilnya belum,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat pada Viva.co.id. “Belum bisa kita pastikan (penampilan pelaku), makanya kita akan dalami dulu.”

Polisi sudah mendapatkan keterangan dari 4 orang saksi, termasuk D dan IK yang adalah petugas keamanan Venue Bar and Lounge, pegawai swasta berinisial MS, dan seorang mahasiswa berinisial A. 

Menurut saksi, orang yang tak dikenal memukul Jopi dan kemudian menusuknya berulangkali setelah terlibat cekcok. Jopi dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, namun ia tidak tertolong. 

“Jopi meninggal karena luka tusukan dari belakang di sebelah kanan dan menyebabkan pendarahan dan menutupi paru-paru sebelah kiri,” kata rekan Jopi dan aktivis Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Mina Susana sebagaimana diberitakan oleh CNN

Untuk mengidentifikasi pelaku, polisi masih memeriksa rekaman CCTV di Venue. 

Siapakah Jopi?

Jopi, pria berusia 39 tahun ini, dikenal karena aktivitasnya di berbagai organisasi. Dia pernah bergabung dengan Partai Rakyat Demokrat (PRD) dan terlibat dalam upaya penggulingan mantan Presiden Soeharto.

 

Dari tahun 2003 sampai dengan 2010, Jopi aktif di AMAN, organisasi kemasyarakatan yang terdiri dari berbagai komunitas masyarakat adat, bertujuan untuk penegakan hak adat dan kedaulatan masyarakat adat.  

Ia juga pernah menjadi relawan Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada saat Pemilihan Presiden 2015. “Dia itu aktif memasok logistik kampanye ke daerah-daerah,” kata politikus Golkar Indra Piliang sebagaimana dikutip media

Sampai akhir hayatnya, Jopi tercatat sebagai aktivis Sawit Watch, organisasi non pemerintah yang memerangi dampak negatif sistem perkebunan besar kelapa sawit. 

Bukan perselisihan biasa? 

Kematian Jopi mulai menuai tanya dan asumsi jika ini berkaitan dengan kegiatannya sebagai aktivis. Beberapa mulai membentuk teori kalau ia sengaja dibunuh karena ia sering melawan industri sawit.

 

Menurut media, seorang saksi mata bernama Teguh Pisan mengatakan bahwa Jopi ditusuk oleh pria berambut cepak dan berbadan tegap.

“Penusuknya pakai bayonet. Pelaku hadir dari awal venue buka sampai habis hanya untuk mengincar Jopi. Ini bukan suatu kebetulan,” kata Teguh.

Namun hingga saat ini, polisi belum mau menyatakan dugaan awal. 

“Belum tahu motifnya, yang pasti saat ini baru didapat keterangan sebelum penusukan ada cekcok (antara pelaku dan korban), tapi belum tahu apa masalahnya,” kata Wahyu.

Sementara itu, organisasi swadaya masyarakat meminta polisi untuk bertindak cepat dalam mengusut kasus ini. 

“Kami ingin polisi bekerja keras untuk usut tuntas kasus ini. Polisi mesti temukan latar belakang dan kenapa ini sampai terjadi,” kata Minaseperti dikutip oleh CNN Indonesia.

Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) juga meminta hal yang sama. “Kami ingin polisi usut tuntas kematian Jopi pejuang agraria,” katanya. —Rappler.com

 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.