Jelang Pilkada serentak, Brimob gelar apel

Rappler.com
Brimob akan tetap menjadi tulang punggung Polri menjaga keamanan nasional

Personel kepolisian mengikuti gelar pasukan kesiapan pengamanan pada apel Operasi Mantap Praja Rencong di lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (26/10). Foto oleh Rahmad/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin apel gelar pasukan pengamanan Pilkada serentak 2017 di Markas Komando Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin 31 Oktober.

Dalam apel tersebut Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Brimob adalah pasukan pemukul dari militer Polri yang bertugas menjaga keamanan negara dari gangguan teroris.     

“Kita harap Brimob jadi tulang punggung utama untuk atasi persoalan keamanan di lingkungan Polri dan menangani masalah dihadapi Indonesia,” kata Kapolri Jenderal Tito, Senin 31 Oktober.

Pada kesempatan tersebut Tito juga mengatakan akan membenahi sumber daya manusia, senjata, dan struktur di Korps Brimob. Bahkan Korps Brimob diwacanakan akan naik kelas. Selama ini Kakor Brimob dijabat perwira pangkat Irjen, nantinya Brimob akan dipimpin Komjen.

“Sebentar lagi struktur organisasinya akan dikembangan dengan tambahan jabatan dari Kombes. Dan lakukan mengembangkan Brimob di polda baru di Papua Barat, Sulbar, dan lain-lain. Saya juga minta Kakor Brimob, anggota Brimob yang berprestasi diberi atensi,” kata dia.

Apel ini digelar untuk mengantisipasi Pilkada serentak yang digelar pada 2017. Saat ini tahapan pilkada sudah memasuki masa kampanye. Sehingga rawan terjadi bentrok antar pendukung.

Selain apel ini juga digelar empat hari sebelum aksi demo besar-besaran yang akan digelar sejumlah ormas Islam di Jakarta pada Jumat 4 November. Mereka akan memprotes Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang menyinggung ayat suci saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu.” kata Ahok ketika.

Ucapan Ahok menjadi ramai setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar di internet. Banyak yang menganggap Ahok telah menghina ayat suci. Bahkan ada yang berencana melaporkannya ke polisi

Pada 14 Oktober lalu, sekitar lima ribu orang berunjuk rasa memprotes ucapan Ahok tentang ayat suci. Saat itu mereka menuntut agar Polisi segera memproses Ahok. Aksi serupa akan digelar pada Jumat, 4 November nanti, dengan agenda yang sama. —Rappler.com