Diisukan punya harta Rp 9 triliun, SBY: Naudzubillah

Santi Dewi
SBY juga diisukan mendapatkan rumah seluas 5000 meter persegi

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11). Foto oleh Yulius Satria Wijaya/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY) membantah kabar yang menyebutkan dirinya memiliki kekayaan hingga mencapai Rp 9 triliun.

“Naudzubillah. Kalau (isu itu) benar seharusnya saya masuk dalam 150 orang terkaya Indonesia versi Majalah Globe Asia,” kata SBY dalam jumpa pers yang digelar di kediamannya di Cikeas, Jawa Barat, Rabu 2 November 2016.

SBY mengatakan isu dirinya memiliki kekayaan hingga Rp 9 triliun pertama kali diberitakan oleh sebuah stasiun televisi. “Ada televisi, entah sengaja atau dipelesetkan, (menyebut) kekayaan SBY Rp 9 triliun,” kata SBY.

Sampai saat ini, SBY melanjutkan, stasiun televisi itu tidak meralat berita tersebut ataupun meminta maaf kepadanya. “Bahkan sekarang diviralkan, disebarluaskan, “ kata SBY.

SBY mengatakan kalau saja saat ini dirinya masih berkuasa, penyebar berita bohong ini pasti sudah ketakutan. “Sudah lari terbirit-birit,” katanya.

Selain itu SBY juga membantah jika dirinya mendapatkan rumah seluas 3.000 atau 5.000 ribu meter persegi dari pemerintah. Sebab rumah yang diterimanya tak sampai 1.500 meter persegi.

“Yang diberikan negara kepada saya lebarnya kurang dari 1.500 meter persegi,” kata SBY.

Pemberian rumah tersebut, SBY melanjutkan, telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 1978. “Sudah ada sejak tahun 1978, bukan dibikin oleh SBY,” katanya.

SBY melanjutkan, setiap mantan presiden dan wakil presiden memang mendapatkan jatah rumah dari negara. Lebar tanah rumah tersebut telah diatur tak boleh lebih dari 1.500 meter persegi.

“Saya tidak tahu apakah Sekretariat Negara mengumumkan kalau sudah memberikan rumah kepada SBY dijelaskan ga kalau (mantan presiden dan wakil presdien) yang lain juga menerima,” kata SBY. —Rappler.com