Pencurian ikan, 14 kapal ditangkap di NTT

Patty Pasion
Pencurian ikan, 14 kapal ditangkap di NTT
Sebanyak 7 ton ikan dicuri dari Perairan Nusa Tenggara Timur sepanjang 2016

 

KUPANG, Indonesia – Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam menindak pelaku ilegal fishing membuat para pencuri ikan di Perairan Indonesia kini harus berpikir dua kali untuk melaksanakan aksi mereka.

Sebab, jika tertangkap, kapal mereka akan langsung ditenggelamkan. Sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, misalnya, Susi telah menghancurkan sekitar 100-an kapal asing pelaku ilegal fishing di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah perairan NTT memang dikenal kaya akan ikan. Sebelum Susi dilantik menjadi menteri, kawasan ini menjadi surga bagi para pencuri ikan. Namun kini mereka harus gigit jari.

Meski begitu masih saja ada yang nekat mencuri ikan di Perairan NTT. Hal ini setidaknya terlihat dari 14 kasus pencurian ikan yang terjadi di Perairan NTT sepanjang 2016 ini.

“Tahun ini, kami tangani 22 kasus ilegal fishing, dengan barang bukti belasan kapal, sampan dan perahu,” kata Kapolda NTT, E. Widyo Sunaryo di Kupang, NTT, Jumat, 23 Desember 2016.

Dari 22 kasus tersebut, Kapolda NTT Sunaryo melanjutkan, pihaknya mengamankan 14 kapal ikan, 4 perahu dan 7 sampan. Sementara hasil tangkapan dari para pelaku ilegal fishing ini mencapai 7,468 ton ikan.

Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 24 orang ditetapkan sebagai tersangka, dua kasus masih dalam proses penyidikan, satu kasus dilimpahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT. 19 kasus lainnya dinyatakan lengkap (P21).

Kasus ilegal fishing yang paling menonjol yakni penangkapan Kapal Motor (KM) Duta Rejeki yang melakukan pencurian ikan di perairan Alor. Dari kapal ini didapatkan barang bukti berupa 4 ton ikan tuna.

Kasus lainnya yakni penangkapan KM Melatio 3 yang mencuri 1,5 ton ikan tembang di perairan Lembata serta penangkapan KM Berkah yang mencuri 800 kilogram (kg) ikan tongkol di perairan Flores Timur. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

author

Patty Pasion

Patty leads the Rappler+ membership program. She used to be a Rappler multimedia reporter who covered politics, labor, and development issues of vulnerable sectors.