3 cara terbaik untuk menulis surat pengunduran diri

Rappler.com
Jika sudah mantap untuk mundur dari pekerjaanmu, saatnya menuliskan surat pengunduran diri

JAKARTA, Indonesia – Saatnya tiba. Setelah menimbang dan memperhatikan banyak hal, akhirnya kamu mantap memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanmu saat ini.

Keputusan ini tentunya harus diikuti dengan langkah lanjutan, yakni menuliskan surat pengunduran diri. Meski akan meninggalkan perusahaan tempatmu bekerja, pastikan surat pengunduran diri kamu tulis dengan cara yang baik dan profesional.

Surat pengunduran diri ini mau tidak mau akan menentukan seperti apa kamu akan menghabiskan hari-hari terakhir di kantor, bagaimana HRD akan memproses dan memberikan surat rekomendasi dan tentu saja, berpengaruh pula pada perusahaan baru tempatmu melamar pekerjaan nantinya.

Berikut tahapan sederhana yang bisa kamu terapkan dalam proses pembuatan surat pengunduran diri.

Bagian pertama: Pembukaan

Tidak ada gunanya untuk bermanis-manis dalam merancang surat pengunduran diri. Tidak perlu terlalu kreatif juga. Tuliskan saja posisi terakhirmu di perusahaan dan kapan pengunduran diri akan berlaku efektif. 

Jika ingin mengekspresikan pada atasanmu soal alasanmu mengundurkan diri, lebih baik disampaikan secara langsung. Biasanya, disarankan untuk kamu menghadap atasan sebelum resmi mengajukan surat pengunduran diri. Dengan begitu, kamu dan atasan bisa sepaham dengan alasanmu mengundurkan diri.

Kuncinya adalah kesederhanaan. Berikut contoh draft pembukaan yang bisa kamu tulis.

Yang terhormat (nama atasan), 

Bersamaan dengan surat ini saya ingin menyampaikan permohonan pengunduran diri saya dari posisi (sebutkan posisi terakhir) di perusahaan (sebutkan nama perusahaan). Pengunduran diri saya akan efektif pada tanggal (sebutkan tanggal yang pasti, biasanya dua minggu atau satu bulan setelah surat ini kamu serahkan, tergantung ketentuan perusahaan).

Bagian kedua: Ucapan terima kasih

Ini akan jadi salah satu bagian terpenting dalam surat pengunduran diri. Tuliskan ucapan terima kasih atas semua pengalaman dan kesempatan yang kamu dapatkan selama bekerja di perusahaan tersebut. Lebih baik jika kamu mencantumkan kejadian atau hal tertentu yang selalu akan kamu ingat selama bekerja di sana.

Meskipun kamu akan pergi dan meninggalkan perusahaan tersebut, pasti ada satu atau dua kejadian yang membuatmu bersyukur pernah bekerja di sana. Tuliskan itu di bagian ini. Percayalah, hal sederhana itu bisa memberi impresi yang baik untukmu.

Seperti ini contohnya:

 

Tak lupa saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk bekerja di perusahaan ini sejak (sebutkan kapan pertama kali kamu bergabung). Saya sangat menikmati semua pengalaman yang saya lalui di perusahaan ini. Saya bisa …(jabarkan beberapa pengalaman menarikmu) dan belajar banyak tentang …(apa yang sudah kamu pelajari selama bekerja). Dan semua hal ini akan saya bawa sebagai bekal saya berkarier di tempat baru nanti.

Bagian ketiga: Tanggung jawab

Meski kamu akan segera meninggalkan perusahaan, tapi bukan berarti kamu lepas tangan dari tanggung jawab. Sampai hari terakhir, kamu harus tetap mengerjakan semuanya, tanpa perbedaan. Tuliskan di bagian ini bahwa kamu siap membantu selama proses transisi. 

Tidak perlu mendeskripsikan lebih lanjut, tapi tak ada salahnya memberitahukan pihak perusahaan bahwa kamu bisa memastikan semua proses transisi akan berjalan mulus. Bahwa kamu akan menuntaskan semua pekerjaan hingga hari terakhir dengan sebaik-baiknya.

Contohnya:

Di dua pekan terakhir (bisa disesuaikan dengan aturan waktu pemberitahuan pengunduran diri) ini, saya memastikan akan menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan saya. Saya juga akan berbagi informasi soal detail pekerjaan dengan pengganti saya. Jika ada hal lainnya yang bisa saya lakukan selama masa transisi, saya akan melakukannya dengan senang hati. 

Saya berharap perusahaan ini akan terus berkembang di masa depan dan semoga kita masih bisa menjalin hubungan baik ke depannya.

Hormat saya,

(Nama kamu)

-Rappler.com