Kapolri: Situasi di Pontianak aman terkendali

Uni Lubis
Kapolri: Situasi di Pontianak aman terkendali
Tito memastikan tidak ada bentrok di antara kedua kubu seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

JAKARTA, Indonesia – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan situasi di Pontianak, Kalimantan Barat tetap aman terkendali kendati ada dua acara besar yang diselenggarakan di hari yang sama pada Sabtu, 20 Mei. Dua acara yang dimaksud Tito adalah Aksi Bela Ulama Islam yang dimotori oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Pekan Gawai Dayak.

Di media sosial beredar beberapa video soal adanya ketegangan antara massa FPI dengan personel polisi. Dalam sebuah video yang diunggah, bahkan terdengar perwakilan massa berkomunikasi dengan polisi. Dia memprotes Gubernur Kalimantan Barat Cornelis yang disebut telah melontarkan pernyataan bernada provokatif.

“Tangkap Cornelis itu. Dia itu provokator,” teriak perwakilan massa Aksi Bela Ulama dalam sebuah video.

Cornelis sempat menolak kedatangan pimpinan FPI, Rizieq Shihab karena dianggap telah menyebarkan ajaran Islam yang tidak menyejukkan dan provokatif.

“Situasi saat ini aman. Tidak ada bentrok,” ujar Tito kepada Rappler melalui pesan pendek pada Sabtu, 20 Mei.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu mengatakan kegiatan Pekan Gawai Dayak (PGD) sudah selesai. Sementara, kelompok massa Muslim sudah diterima oleh Kapolda Kalimantan Barat.

“Mereka kini sudah kembali menuju ke Masjid Mujahidin,” katanya.

Untuk memastikan keamanan di Pontianak, Tito mengatakan malam ini aparat keamanan akan melakukan penjagaan dan patroli dalam skala besar.

Sebelumnya, publik khawatir akan terjadi bentrok mengingat kedua kelompok ini diketahui memang bersebrangan. Penolakan terhadap ulama lainnya juga pernah terjadi ketika Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain ditolak oleh massa Dewan Adat Dayak (DAD) saat mendarat di Bandara Susilo, Sintang, Kalbar pada 12 Januari lalu.

Tengku yang semula berniat datang untuk berceramah di Sintang, terpaksa kembali ke Jakarta di hari yang sama. Sebab, massa sudah berkumpul dan menerobos ke landasan pacu bandara. Mereka menunggu Tengku turun dari pesawat. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.