Dukung mudik, operator seluler tambah 300 Mobile BTS

Uni Lubis
Dukung mudik, operator seluler tambah 300 Mobile BTS
Untuk monitor kemacetan dan fasilitas pendukung, pemudik dapat gunakan aplikasi “Ayo Mudik”

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah mengharapkan tidak semua pemudik melakukan perjalanan pada hari yang sama, tanggal 23 Juni 2017. Presiden Joko “Jokowi” Widodo memang menetapkan tanggal 23 Juni sebagai hari cuti bersama Lebaran 2017.  

“Kami berbicara persiapan Lebaran. Ada Kapolri juga, dan kami mengimbau kalau ada yang bisa mudik lebih dahulu, lebih baik,” kata Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, usai bertemu Presiden Jokowi di Istana, Senin, 19 Juni 2017.

Rudiantara juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyediakan layanan mudik gratis.  “Senin ini ada pelepasan secara formal 500 bus di Taman Mini oleh Ibu Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno), dan nanti secara bertahap ada dari swasta dengan total bus 1.000 lebih untuk mudik gratis,” kata Rudiantara.

Bagi pemudik yang membawa kendaraan, kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan kementerian perhubungan menyiapkan aplikasi “Ayo Mudik” untuk kenyamanan pemudik.  Aplikasi ini sudah bisa diunduh sekarang, dan berbasis Google Map. 

“Ini untuk memudahkan. Jadi kita bisa tahu jaraknya, kemudian berapa menit sampainya, dan lain sebagainya, Apakah ada pos polisi terdekat? Pos kesehatan?  Apakah itu pom bensin atau ATM atau masjid dan lain sebagainya,” ujar Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, setiap hari akan ada informasi dan laporan terkini dari para menteri yang akan disiarkan di televisi dan media massa mengenai persiapan dan perkembangan arus mudik.  Kementerian perhubungan memperkirakan jumlah pemudik Lebaran tahun 2017 naik 5% dibanding 2016, menjadi sekitar 19 juta orang.

Operator telpon seluler dukung mudik 2107

Menyangkut kesiapan pengelola jasa penyedia layanan telpon seluler, Rudiantara mengungkapkan kesiapan untuk merespon naiknya permintaan pada puncak-puncak kemacetan sudah diantisipasi.   

“Di titik-titik rawan kemacetan dipasang Mobile BTS untuk antisipasi lonjakan percakapan. Ada 300 yang disiapkan,” ujar Menteri Rudiantara.

“Di titik-titik rawan kemacetan dipasang Mobile BTS untuk antisipasi lonjakan percakapan.  Ada 300 yang disiapkan,” ujar Menteri Rudiantara.

Mayoritas mobile BTS memang ada di Pulau Jawa, di sepanjang jalur mudik darat. Tahun 2016 jumlahnya 200-an, dan tidak cukup menanggung beban melonjaknya percakapan saat terjadi kemacetan parah di sepanjang tol Brebes.

(BACA : Data BNPB 11 orang meninggal di Tol Brexit)

Rudiantara mengatakan bahwa mobile BTS dipasang di titik-titik tertentu, Pertama yang tidak ada coverage alias blank spot, yang Kedua,  yang diperkirakan kapasitasnya perlu ditambah.  Upaya ini melibatkan semua operator telpon seluler.

“Karena kami punya Peraturan Menteri mengenai service level jadi drive tes-nya sudah dilakukan sebulan dan semua operator peserta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan kominfo itu jalan mengecek titik-titik berangkat apakah yang di stasiun?  Apakah pelabuhan laut atau di bandara kemudian juga tidak hanya di Jakarta tetapi di kota besar seperti di Semarang Yogyakarta, Surabaya Makassar dan Bali dan Bali, “ kata Rudiantara. 

Menariknya, menurut data, traffic paling tinggi itu sebetulnya ke Bali. “Mungkin orang Jakarta yang tidak lebaran semua larinya berlibur ke Bali. Nah itu satu kemudian juga di jalur-jalur baik jalur tol Jakarta Utara jalur selatan dan kereta api,” ujar Rudi.

Operasionalisasi mobile BTS akan dilakukan sampai bulan Juli 2017. Apel rutin kesiapan Lebaran untuk jajaran operator telkom dilaksanakan bulan lalu, pada 23 Mei 2017.

Uji petik dilakukan terhadap kualitas jaringan semua operator seluler di semua titik keberangkatan mudik, yakni Jakarta, Batam dan Balikpapan. Kemudian, semua jalur mudik dan arus balik, yaitu kereta api jalur utara dan selatan, jalur darat Jakarta-Lampung dan Jakarta-Semarang, serta semua titik kedatangan mudik di Surabaya, Makassar, Medan, Padang, Bandung, Semarang dan Lampung.

“Hasilnya sangat baik, tapi BRTI meminta seluruh operator seluler untuk terus meningkatkan kualitas layanan, mengingat di beberapa titik masih ada yang harus ditingkatkan,” tutur Komisioner BRTI Muhammad Imam Nashiruddin pada konferensi pers Kesiapan Layanan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Mudik Lebaran 2017 di kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin, 19 Juni 2007. – Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.