Pria Bandung yang dikeroyok oknum Bobotoh meninggal dunia

Yuli Saputra
Pria Bandung yang dikeroyok oknum Bobotoh meninggal dunia
Sejak dilarikan ke rumah sakit, kondisi Rico sudah tidak sadarkan diri

BANDUNG, Indonesia – Ricko Andrean yang dikeroyok oleh oknum Bobotoh pada Sabtu, 22 Juli akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 26 Juli sekitar pukul 10:15 WIB. Kondisi pria berusia 22 tahun itu sudah tidak sadarkan diri selama dirawat di Rumah Sakit Santo Yusuf Kota Bandung.

“Kami laporkan bahwa pada pukul 10:15 WIB, Ricko dinyatakan meninggal dunia di RS. Santo Yusuf,” ujar Kapolrestabes Bandung, Hendro Pandowo melalui keterangan tertulis pada hari ini.

Ini akan menjadi pukulan berat bagi Persib, karena kemungkinan mereka kembali dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI. Sebelumnya, saat dijenguk oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, kondisi Ricko masih belum sadarkan diri. Menurut dokter, ia mengalami gegar otak usai dikeroyok. (BACA: Dikira Jakmania, pria Bandung dikeroyok oknum Bobotoh

Ridwan pun menyesalkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat pelampiasan emosi yang berlebihan dan tidak pada tempatnya.

“Ini menunjukkan contoh pelampisan emosi yang tidak pada tempatnya. Sangat berlebihan. Berkali-kali saya mengingatkan, sepak bola itu tentang persatuan, sepak bola itu tentang sportivitas, sepak bola itu tentang nilai-nilai kemanusiaan, tentang fair play. Tidak ada sedikit pun pembenaran untuk provokasi, pelampiasan emosi maupun bully-bully yang terjadi selama ini,” kata Ridwan yang mengecam peristiwa tersebut pada Senin kemarin.

Perbarui laman ini untuk memperoleh perkembangan informasinya. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.