Sedapnya ‘nasu manu likku’, menu khas Bugis saat Ramadan dan Lebaran

Syarifah Fitriani
Sedapnya ‘nasu manu likku’, menu khas Bugis saat Ramadan dan Lebaran
Nasu manu likku adalah ayam yang dimasak dengan parutan lengkuas.

PAREPARE, Indonesia – Bagi sebagian warga Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Ajatappareng, menu masakan nasu manu likku atau ayam yang dimasak dengan parutan lengkuas sudah tidak asing lagi. Menu masakan khas Suku Bugis ini merupakan makanan wajib saat perayaan hari besar termasuk Ramadan.

Disebut nasu manu likku karena potongan-potongan ayam dimasak bersama lengkuas parut atau dicincang kasar. Berbeda dengan nasu palekko, nasu manu likku mengandalkan rasa gurih santan dan aroma khas lengkuas.

Menurut Hasnah (46 tahun), seorang ibu rumah tangga di Parepare, nasu manu likku merupakan menu wajib saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Bahkan tak jarang saat Ramadan pun, menu ini turut menghiasi meja makan sebagai menu andalan untuk berbuka puasa.

Sayangnya, tidak satu pun orang tua mampu menjelaskan asal muasal nasu manu likku hingga kini. Yang pasti, selain di Parepare, masakan ini juga sangat familiar dengan warga Wajo, Pinrang, Sidrap, Barru, Pangkep dan Maros, semua di Sulawesi Selatan.

“Di keluarga saya, menu ini sudah turun temurun. Semua warga asli suku Bugis pasti tahu cara membuatnya,” kata Hasnah.

Meski sama-sama menggunakan lengkuas dan santan, terdapat perbedaan antara nasu manu likku dan nasu palekko. Nasu palekko sendiri dimasak dengan bumbu ekstra dan bahan utamanya bisa memakai daging itik dan daging ayam. Hal itu tidak berlaku pada nasu manu likku, karena hanya daging ayam yang dapat diolah jadi masakan tersebut.

Waktu yang dibutuhkan untuk mematangkan nasu manu likku juga lebih lama dibanding nasu palekko. Hal itu diakibatkan santan yang digunakan harus benar-benar susut.

“Jika tidak, nasu likku tidak bertahan lama. Alasan ini pula yang menyebabkan masakan ini tidak sesering mungkin disajikan dibandingkan dengan nasu palekko,” tambah Hasnah.

Wajib gunakan ayam kampung

Untuk membuat masakan beraroma khas lengkuas ini, nasu manu likku wajib menggunakan daging ayam kampung. Selain dagingnya yang legit, saat dimasak atau direbus dalam waktu yang lama pun daging ayam kampung tidak akan mudah lepas dari tulangnya.

Seorang ibu rumah tangga lainnya, Andi Panca (59), mengungkapkan menu masakan nasu manu likku ini sudah berubah bahan utamanya. Dulu, bahan utama yang digunakan untuk membuat nasu manu likku adalah ayam kampung.

Namun, karena harga ayam kampung saat ini semakin mahal, bahan utamanya diganti dengan ayam potong. Dari segi kualitasnya pun jauh berbeda. Jika menggunakan ayam kampung, daging yang dihasilkan tidak mudah lepas dan kenyal. Sementara kalau menggunakan ayam potong, hasilnya kurang bagus dan dagingnya mudah lepas dari tulang.

“Untuk masakan khas ini, memang lebih cocok memakai ayam kampung. Apalagi untuk memasaknya pun dibutuhkan waktu yang lama,” kata Panca.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam membuat nasu manu likku ini, adalah pertama, wajib menggunakan ayam kampung. Kedua, santan yang digunakan harus banyak karena daging ayam kampung direbus memakai santan dalam waktu yang lama. Ketiga, untuk menghasilkan masakan yang sempurna, selain diparut, lengkuas harus dicincang kasar agar aromanya semakin kuat.

“Biasanya nasu manu likku ini disantap dengan nasi, burasa, lontong ataupun sokko tumbuk,” ujar Andi Panca. – Rappler.com 

BACA JUGA: 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.