Ingin kembalikan citra KPK, Johan Budi daftar capim

Lina
Ingin kembalikan citra KPK, Johan Budi daftar capim

AFP

Johan akan bersaing dengan setidaknya 234 calon yang sudah mendaftar. Akankah dia berhasil?

 

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Pelaksana tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan telah mendaftar sebagai calon pimpinan KPK pada Minggu, 21 Juni 2015.  

“Saya masih ingin ikut berkontribusi dalam pemberantasan korupsi sekaligus untuk ikut mengembalikan marwah KPK yang sedang pudar ini,” kata Johan, Selasa, 23 Juni. 

Citra positif KPK sebagai lembaga penegakan hukum belakangan memang melemah. Sejak pergantian pimpinan KPK awal tahun ini, KPK mengakui produktivitasnya menurun karena sibuk mengurusi praperadilan dan karena status penyidiknya tidak jelas. 

(BACA: KPK akui tak lagi produktif)

Johan tetap mendaftar meski kurang disetujui oleh anak-anaknya yang merasa jarang memiliki waktu bersama Johan. 

“Saya memutuskan untuk mendaftar Minggu (21 Juni) malam kemarin, setelah bertemu dengan ibu saya beberapa waktu yang lalu dan mendapat restu beliau,” kata Johan. “Saat ini sedang menyiapkan dokumen-dokumen untuk persyaratan pendaftaran, semoga waktunya cukup.”

Tidak memiliki gelar terkait hukum, Johan akan bersaing dengan setidaknya 234 calon yang sudah mendaftar. Sebagian besar adalah pengacara atau konsultan hukum, disusul oleh pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunan PNS) serta dosen.  

(BACA: Cerita di balik penunjukan Johan Budi sebagai pimpinan KPK) 

Johan bawa angin segar bagi KPK

Johan, lulusan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, pernah bekerja sebagai peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan gas Bumi (PPTMGB Lemigas) dan wartawan Majalah Forum Keadilan dan Majalah Tempo.  

Sebelum terpilih sebagai Wakil Ketua KPK pada Februari 2015, Johan sudah menjadi juru bicara sejak 2006. Pada Oktober 2014, dia dilantik menjadi Deputi Pencegahan KPK.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter Kaban menilai keputusan Johan Budi untuk mendaftar Capim KPK sudah tepat. Johan sebagai bagian dari internal lembaga antirasuah dipandang punya nilai lebih.  

“Karena tidak perlu penyesuaian lama dengan kondisi internal dan kerja KPK,” kata Lola pada Rappler. 

ICW malah berharap Johan akan membawa angin segar untuk perbaikan kondisi KPK saat ini, jika dia terpilih nanti. 

Pimpinan lain enggan mendaftar

Berbeda dengan Johan, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tauefiqurrachman Ruki enggan mendaftar calon pimpinan KPK. “Tidaklah, saya tidak minat,” katanya pada Rappler.  

Ruki tak menjelaskan alasannya. Tapi menurut media, Ruki tak berambisi mendaftar karena usianya sudah menginjak 69 tahun.

“Saya tidak memenuhi syarat usia, sudah terlalu tua. Selain itu ingin menjalani masa pensiun saya,” kata Ruki.

Bukan hanya Ruki, pelaksana tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengaku tidak akan mengikuti seleksi calon pimpinan KPK periode 2015-2019. Setelah masa tugasnya di KPK habis, ia akan kembali menjadi akademisi. 

“Sepertinya back to campus, ya. Kan paham saya, guru besar,” ujar Indriyanto.  — Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.