Hari keempat, 7 jenazah berhasil dievakuasi

ATA, Vera

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Kepala Basarnas mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi soal pencarian badan pesawat dan korban hari ini.

JAKARTA, Indonesia- Sudah empat hari tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) dan Tentara Nasional Indonesia beserta personel bantuan dari negara tetangga mengarungi laut yang diduga sebagai tempat jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dan masih ada tim lainnya yang  memantau di udara.

Namun pencarian ini tidak sia-sia. Hari ini, Rabu, 31 Desember 2014, Basarnas mengatakan tujuh jenazah penumpang Air Asia QZ8501 yang hilang sejak Minggu, 28 Desember 2014, itu sudah berhasil dievakuasi.  

“Total jenazah ada tujuh. Empat laki-laki dan tiga perempuan,” ujar Marsekal Madya TNI Bambang Soelistyo, Kepala Basarnas di kantor pusat Badan SAR Nasional, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/12). Satu dari tujuh korban saat ini berada di Kapal milik negara tetangga, Malaysia. Sedangkan enam  lainnya di KRI Banda Aceh.

Bambang melanjutkan, ketujuh jenazah itu diangkut menggunakan helikopter dari Pangkalan Bun ke Kapal Malaysia dan KRI Banda Aceh. Dalam proses evakuasi tersebut, helikopter sempat putar balik ke Pangkalan Bun, karena cuaca yang sangat buruk.

Tim Basarnas lanjutkan pencarian

Sementara itu, katanya, tim Basarnas melanjutkan penyisiran. Seluruh kapal laut yang ada di lokasi pencarian, kata Bambang, terus melakukan penyisiran. Meski kadang ombak tinggi disertai hujan mengambat gerak tim penyelam.

“Yang bisa melakukan (penyisiran) saat ini adalah kapal karena masih bisa bergerak saat hujan. Saat ini juga masih dilakukan sweeping terhadap benda atau barang yang sedang mengapung,” kata Bambang.

Arahan dari Presiden Jokowi

Untuk melanjutkan pencarian di hari keempat, Marsekal Bambang telah mendapat arahan dan bekal dari Presiden Joko Widodo tadi pagi di rapat kabinet terbatas, di Istana Negara.

“Secara teknis pelaksanaann operasi pencarian dan pertolongan, hari ini Kami lanjutkan dengan segala upaya, Bapak presiden perintahkan untuk bisa secepatnya menyelesaikan tugas-tugas itu,” katanya di depan awak media.

Bambang juga mengatakan, Presiden Jokowi minta tak ada batasan hari dalam proses evakuasi. Pencarian korban akan dilakukan hingga tuntas.

Untuk itu, pencarian hari ini fokus pada dua hal.  

PERTAMA. Searching on the water. “Di mana kita harus mencari bagian-bagian yang lain, termasuk mencari korban yang ada di bawah,” katanya.  di mana kita harus mencari bagian2 yg lain, termsuk mencari korban yang ada di bawah. Semua kekuatan laut, udara, plus penyelam sudah berada di lokasi dan melakukan tugas sesuai dinamika.

KEDUA. Presiden Jokowi meminta Basarnas dan jajaran terkait yang masuk dalam tugas gabungan ini fokus sepenuhnya untuk membantu pencarian pesawat dan korban dari Pangkalan Bun hingga Surabaya. “Presiden perintah Kami penuhi harapan keluarga. Kami komunikasikan dan Kami upayakan kekuatan yang ada untuk lakukan tugas itu,” katanya.  

Untuk memenuhi dua arahan presiden ini, kata Bambang, ia akan memaksimalkan kekuatan di darat dan laut, terutama penyelam. Tapi, katanya, Basarnas membutuhkan detektor yang mampu menemukan obyek di dalam laut.

Alat itu, katanya, termasuk untuk mendeteksi bayangan pesawat yang dilihat tim beberapa hari lalu. Karena keterbatasan alat ini, maka, tim memutuskan untuk fokus terlebih dahulu untuk mencari benda atau bagian dari pesawat yang ada di dasar laut. “Saya mohon doa restu semuanya, Kami (berharap bisa) melakukan tugas ini (dan) berakhir excellent,” katanya. –Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!