Fungsi meditasi di forum ekonomi dunia

Uni Lubis
Fungsi meditasi di forum ekonomi dunia
Sebanyak 600 pengambil keputusan di bidang ekonomi dan bisnis berkumpul di Jakarta untuk membahas saling percaya di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global. WEF Asia akan meluncurkan inisiatif Grow Asia untuk membantu petani miskin.

 

Salah satu acara dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) regional Asia yang akan digelar di Jakarta tanggal 19-21 April 2015 adalah sesi pengalaman meditasi. Dalam susunan acara di hari ke-3, ada 45 menit sesi “Experience Mindfulness Meditation”. Dalam sesi ini peserta  akan mendapatkan pengalaman meditasi dari pendeta Hindu Dharma. Pengenalan filosofi kesadaran berpikir melalui meditasi akan dilakukan melalui latihan mengenai kesadaran diri, tenang, dan lebih fokus.

Menurut Direktur Senior dan Kepala Asia Pasifik Forum Ekonomi Asia Sushant Palakurthi Rao, sesi meditasi seperti ini sudah pernah dilakukan di acara WEF Global yang setiap awal tahun diadakan di kawasan pegunungan Davos, Swiss. Untuk WEF Asia, baru pertama kali dilakukan kali ini. Jakarta juga menjadi tuan rumah WEF Asia pada Juni 2011.  

“Saat ini terjadi ketidakpastian yang tinggi di berbagai belahan dunia terkait politik dan ekonomi. Para pengambil keputusan yang hadir di WEF bisa mengambil manfaat dari meditasi untuk menjalani situasi ketidakpastian yang menyulitkan usaha mereka,” kata Rao.

Belakangan ini, WEF yang awalnya menjadi forum para pengambil keputusan di bidang ekonomi dan bisnis, banyak mengundang penggiat masyarakat sipil, aktivis buruh, pemuka dalam kebudayaan, serta pemuka agama. “Kami juga mengundang pemuka agama dari Indonesia, karena negara ini kaya dengan keberagaman,” ujar Rao.  

Dia menyebut salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Masdar F. Mas’udi, sebagai salah satu yang diundang. Dalam sesi meditasi di WEF Asia di Jakarta kali ini, tercantum nama pendiri Ti-Ratana Welfare Society Dhammaratana Nayaka Maha Thero dari Malaysia, dan pendeta Hindu dan pendiri Ashram Purwa Agung Indonesia Ida Resi Alit.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, dalam keterangan pers soal WEF Asia, mengatakan bahwa pemerintah akan memanfaatkan forum ini untuk sosialisasi program Presiden Joko “Jokowi” Widodo. “Ini forum prestisius. Saya pernah hadir dan mendapatkan manfaat banyak. Banyak pihak di luar, termasuk pengusaha, yang belum paham soal potensi Indonesia,” kata Sofyan.

Program Nawa Cita, yang menjadi bahan kampanye kubu Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla saat pemilu presiden, juga akan dipaparkan di forum WEF Asia. “Ada 600 peserta yang hadir, dari 1.000 yang diundang,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. 

Saat ini terjadi ketidakpastian yang tinggi di berbagai belahan dunia. Para pengambil keputusan di WEF bisa mengambil manfaat dari meditasi untuk menjalani situasi ketidakpastian yang menyulitkan usaha mereka.

Peserta WEF sifatnya keanggotaan dan undangan. Kali ini peserta datang dari 40-an negara, termasuk 180 kepala eksekutif dan sejumlah menteri dari kawasan negara ASEAN, organisasi kerjasama di kawasan Asia Tenggara.  

Kepala pemerintahan yang hadir adalah Perdana Menteri Kamboja Samdech Techno Hunsen dan Perdana Menteri Mali Diango Cissoko. Peserta akan bertemu dengan Presiden Jokowi dalam acara makan malam pada 20 April 2015. 

Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir mengatakan bahwa penyelenggaraan WEF Asia dua hari sebelum Konferensi Asia Afrika yang digelar 22-24 April 2015 sangat strategis. “Indonesia bisa menjembatani kepentingan ekonomi antar benua, karena WEF tidak diselenggaran di benua Afrika,” ujar Fachir.  Dalam rangkaian Konferensi Asia-Afrika juga akan diadakan pertemuan pebisnis Asia-Afrika.

WEF Asia kali ini mengusung tema “Anchoring Trust in East Asia’s New Regionalism”.  

“WEF, adalah satu-satunya lembaga internasional di mana pemerintah dan swasta bekerja sama. WEF Asia di Jakarta menjadi momentum meningkatkan rasa percaya satu sama lain sebagai faktor utama mengeliminiasi polarisasi sosial dan politik,” kata Rao.

Kawasan Timur Asia berkembang cepat, yang dibarengi dengan meningkatnya permintaan akan akses ke layanan pendidikan, kesehatan, ketersediaan lapangan kerja dan keterwakilan dalam politik. Untuk menjawab itu semua, ada 60 sesi yang akan digelar selama selama WEF Asia.  

Pada hari terakhir akan dilakukan peluncuran inisiatif “Grow Asia”, sebuah kolaborasi antara WEF dengan ASEAN, pemerintahan, asosiasi petani, dan pemangku kepentingan lain.  

“Inisiatif ini kami lakukan untuk meningkatkan harkat hidup 10 juta petani di miskin di Indonesia, melalui kerjasama kemitraan pemerintah dan swasta,” ujar Rao. —Rappler.com

Uni Lubis adalah mantan pemimpin redaksi ANTV. Follow Twitter-nya @unilubis dan baca blog pribadinya di unilubis.com.

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.