Indonesia

Melihat lebih dekat beruang madu di Kebun Binatang Bandung, benarkah mereka kelaparan?

Yuli Saputra
Melihat lebih dekat beruang madu di Kebun Binatang Bandung, benarkah mereka kelaparan?
Petisi akan dikirim ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyelamatkan beruang madu

BANDUNG, Indonesia — Yuki Rivano, 22 tahun, merasa sangat trenyuh saat melihat kondisi beruang madu yang berada di Kebun Binatang Bandung, Jawa Barat, Rabu 18 Januari 2017. 

Beruang jenis Malayan Sun Bear tersebut terlihat sangat kurus. Tulang-tulang iga bahkan sampai tercetak jelas di bagian bawah perutnya yang ditumbuhi bulu-bulu hitam.

“Kalau saya kurang paham tentang ini, cuma kelihatannya agak kurus-kurus juga, kalau lihat di film kan gemuk-gemuk gitu. Kondisi kandang juga terlihat kurang terawat,” kata Yuki.

Hal senada disampaikan pengunjung Kebun Bintang Bandung lainnya, Husein. “Terlihat kurang sehat, kurus, kayak kurang sinar matahari,” kata Husein.

Penilaian Yuki dan Husein boleh jadi tidak keliru. Sebab beruang-beruang madu yang mereka lihat di salah satu kandang di Kebun Binatang Bandung ini memang terlihat kurus.

Beberapa beruang bahkan terlihat kelaparan. Setiap kali ada pengunjung yang melemparkan makanan, misalnya, mereka langsung melahapnya. Bahkan, tak jarang para beruang ini berebut makanan.

Meskipun yang mereka perebutkan itu hanya roti, biskuit atapun kacang –makanan yang seharusnya bukan makanan beruang madu. Sebab beruang madu sejatinya hanya memakan sarang lebah, binatang kecil, dan buah-buahan. 

Selain kerap berebut makanan, para beruang madu ini juga kerap bertingkah seperti meminta makanan kepada pengunjung. Kesan mereka sedang kelaparan pun semakin menguat.

Prilaku beruang madu yang meminta makanan setiap kali pengunjung mendekati kandangnya di Kebun Binatang Bandung, Rabu (18/1). Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

Humas Kebun Binatang Bandung, Sudaryo, membantah jika beruang koleksi mereka disebut kurus dan kurang makan. Menurutnya, binatang di sana mendapatkan jatah makan setiap hari, termasuk 12 ekor beruang madu yang tengah disorot. 

“Iya lah rutin, (diberi makan) setiap hari. Setiap satwa kan berbeda-beda (pola makannya). Ada yang pagi-pagi. Ada yang cukup siang hari, ada juga siang dan sore,” jelas Sudaryo di Kebun Binatang Bandung, Rabu 18 Januari 2017.

Sudaryo juga membantah anggapan yang menyebut beruang madu tersebut dalam kondisi sakit. Menurutnya, sehat atau sakitnya binatang tidak bisa diukur dari kurus atau gemuknya binatang tersebut.

Sudaryo mengklaim pihaknya secara rutin memeriksa kesehatan satwa yang ada di kebun binatang yang telah ada sejak 86 tahun yang lalu itu. Apalagi kini, Kebun Binatang Bandung memiliki dua dokter hewan tetap.

“Memangnya kalau kurus itu berarti kurang sehat, tidak makan? tidak kan. Atau sebaliknya gemuk belum tentu sehat. Yang penting kami memelihara satwa-satwa harus sehat dan makannya cukup. Kesehatannya oleh dokter juga diperiksa,” kata Sudaryo.

Sejak kasus Gajah Yani yang mati tahun lalu, Sudaryo mengungkapkan, pihaknya terus bebenah dengan memperbaiki kondisi kandang, kesehatan hewan, pakan, dan juga fasilitas lainnya.

Sudaryo mengkritik pemberitaan media luar, yakni Daily Mail, yang menyebutkan beruang madu di Kebun Binatang Bandung kelaparan dan tidak sehat. Berita ini sempat viral di media sosial.

Menurutnya, video yang diunggah dalam pemberitaan Daily Mail tersebut adalah video yang diambil tahun lalu sehingga tidak menggambarkan kondisi beruang saat ini.

Sudaryo juga mempertanyakan motif  Scorpion Wildlife, LSM yang menjadi narasumber dalam pemberitaan Daily Mail, memberikan video beruang madu tersebut ke Daily Mail.  

“Tujuan LSM ini kemana? Mereka tidak pernah mau datang ke saya kok, terus terang saja. Kalau tujuannya mereka sayang sama satwa di sini, berdiskusi dong dengan kami, beri masukan,” keluh Sudaryo.

Ketua Investigasi Scorpion Wildlife, Marison Guciano, mengakui video tersebut diambil pada pertengahan tahun lalu. Namun, pihaknya sempat mengecek kondisi beruang madu pada awal Januari tahun ini.

“Awal Januari ini kita kembali memonitor Kebun Binatang Bandung dan kami melihat beruang madu dalam kondsi yang tidak banyak berubah,” kata Marison.

Saat mengetahui kondisi beruang yang dianggapnya memprihatinkan tersebut, Marison mengungkapkan, pihaknya sempat menawarkan bantuan untuk memberi tambahan buah-buahan sebagai pakan beruang madu.  

Namun, menurut Marison, bantuan itu ditolak pihak Kebun Binatang Bandung. Marison juga mengklaim mereka telah mencoba berkomunikasi dengan pengelola Kebun Bintang Bandung, namun tidak direspon.

Marison mengatakan pihaknya khawatir jika kondisi beruang madu ini tidak berubah selama enam bulan terakhir ini. Menurutnya, beruang itu akan mengalami penderitaan panjang.  

Marison mengatakan Scorpion Wildlife akan mengajukan petisi ke Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan untuk menyelamatkan beruang-beruang tersebut.

“Kita akan menindaklanjuti dengan mengirim petisi ke Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan, kita akan laporkan. Bila tidak ada langkah yang signifikan, termasuk sikap tertutupnya pengelola, kita minta ditutup saja,” katanya. —Rappler.com 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.