Wajah relawan dari Indonesia di Olimpiade Rio 2016

Sakinah Ummu Haniy, Jennifer Sidharta

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Wajah relawan dari Indonesia di Olimpiade Rio 2016
Mita dan Alira mendapat kesempatan untuk berkontribusi di kompetisi olahraga empat tahunan terbesar di dunia.

JAKARTA, Indonesia—Olimpiade kembali diadakan di Kota Rio de Janeiro, Brasil mulai 5 sampai 21 Agustus mendatang.

Selain para atlet terbaik Tanah Air, dua perempuan asal Indonesia, Alira Dwipayana dan Caesaria Pramita, juga berkesempatan ambil bagian di Olimpiade Rio. Mereka berdua terdaftar sebagai relawan yang akan membantu penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut.

Alira Dwipayana merupakan mahasiswi Indonesia yang berkuliah di Korea Selatan. Berkat pengalamannya sebagai volunteer, Alira pun berkesempatan untuk berangkat ke Brasil.

“Aku sudah suka volunteer di berbagai event, kemudian lihat info soal Rio 2016 ini di Facebook,” katanya pada Rappler pada Selasa, 5 Juli 2016.

Mahasiswi semester 1 Korea University Business School ini mendaftar secara online sebagai relawan Olimpiade Rio 2016 sejak dua tahun silam.

Menurutnya, cara pendaftarannya sangat mudah karena hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang dipaparkan di website-nya. Selain itu, tidak ada syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi volunteer Rio 2016. 

“Selama passionate semua bisa ikut. Cuma yang susah mungkin ikuti stepnya dari awal sampai interview dan online training. Harus komitmen dan konsisten,” jelas perempuan yang juga sibuk jalan-jalan dan volunteer full time di berbagai organisasi di Korea dan ASEAN ini.  

Hal tersebut juga diamini oleh Caesaria Pramita, seorang karyawati perusahaan tambang nasional yang juga berkesempatan menjadi relawan di Olimpiade Rio 2016.

“Syaratnya nggak susah sih. Dia ga ada syarat yang gimana-gimana. Kita disuruh bikin account, terus biodata, terus isi form, sama saja kayak kalau kita melamar pekerjaan,” ujar perempuan yang biasa disapa Mita tersebut.

Caesaria Pramita menjadi salah satu relawan yang akan membantu penyelenggaraan Olimpiade musim panas di Brasil pada Agustus mendatang. Foto: istimewa

Berbeda dengan Alira, Olimpiade Rio merupakan pengalaman pertama Mita volunteering. Ia bertugas sebagai anggota tim transportasi yang harus stand by di Rio sejak 22 Juli dan tinggal selama hampir 1,5 bulan.

“Rencana awal saya pengennya berangkat tanggal 28, seminggu sebelum olympic. tapi ternyata saya sudah mulai kerja dari tanggal 22, jadi biar ada spare saya berangkat tanggal 17,” ujar karyawati berusia 29 tahun ini.

Sementara Alira yang bertugas sebagai penerjemah bahasa Korea akan berada di Brasil untuk waktu yang lebih singkat.

“Saya tiba 2 Agustus, pulang 24 Agustus. So, kurang lebih 3 minggu,” kata Alira.

Saat diterima sebagai relawan Olimpiade Rio, Alira mengaku sangat bersemangat dan tidak sabar untuk berangkat ke Brasil.

“Dibanding kaget, lebih terasa semangat untuk traveling ke Brasil,” katanya.

Hal berbeda dirasakan oleh Mita. Ia mengaku sempat tak percaya ketika pertama kali mendengar kabar bahwa ia diterima sebagai salah satu relawan Olimpiade.

“Waktu itu saya sempat hopeless karena teman saya sudah dipanggil interview tapi saya belum. Jadi waktu pertama kali dapat notifikasi di email, saya sempat berpikir ‘ini beneran enggak ya?,’” tutur Mita.

Namun ternyata setelah menunggu kabar lebih lanjut, kesempatan Mita untuk pergi ke Rio de Janeiro menjadi kenyataan. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!