Rumah Gatot Brajamusti digeledah, brankas tak bisa terbuka

Alif Gusti Mahardika

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Rumah Gatot Brajamusti digeledah, brankas tak bisa terbuka
Kamis (1/9), Gatot diterbangkan ke Jakarta dan langsung digiring ke kediamannya

JAKARTA, Indonesia – Tim Polda NTB, Polda Metro Jaya, Polres Jaksel serta Polres Mataram melakukan penggeledahan rumah Gatot Brajamusti yang beralamat di Jalan Niaga Hijau X No.6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Penggeledahan dilakukan sejak Gatot beserta kepolisian tiba di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Hingga pemeriksaan berakhir pun, tak satupun keterangan keluar dari mulut Gatot maupun dari pihak kepolisian yang mengawalnya ketat.

Sekitar pukul 18.00 WIB, pengacara Muara Karta Simatupang yang mengaku ditunjuk sebagai kuasa hukum Gatot hadir di lokasi.

Anehnya, Muara justru tidak diperbolehkan memasuki rumah, lantaran pihak kepolisian mengatakan bahwa sudah ada kuasa hukum Gatot yang mendampinginya dalam proses penggeledahan.

“Saya kuasa hukumnya (Gatot), ditunjuk keluarga!,” teriak Muara kepada pihak kepolisian yang tengah berada di dalam rumah Gatot.

“Saya dihubungi pihak keluarga. Tapi memang belum ketemu (Gatot),” ujar Muara kepada wartawan. Muara pun akhirnya setelah beberapa saat diperbolehkan memasuki rumah. Setelah sekitar satu jam berada di dalam rumah, Muara terlihat keluar.

Saat itulah ia ditanyai wartawan seputar isu yang menyebutkan bahwa Gatot memiliki ruangan rahasia di rumahnya yang hanya bisa diakses olehnya. Diduga, ruangan tersebut menjadi tempat Gatot menyimpan narkotika miliknya.

“Tidak ada itu. Di dalam tidak ada apa-apa. Dia (Gatot) pulang ke rumah karena kangen dengan rumahnya,” ujar Muara.

Belakangan diketahui, telah dilakukan pembongkaran brankas yang ada di dalam rumah Gatot. Pembongkaran itu disaksikan tim pengacara, pihak Polres Jakarta Selatan dan juga ketua RW setempat.

Pada saat pembongkaran brankas, Gatot mengaku sedang kurang sehat sehingga ia memilih beristirahat di ruangan lainnya.

Sayangnya, pembongkaran tidak berhasil dilakukan karena alat yang kurang memadai. Rencananya, besok (2/9), usaha pembongkaran akan dilakukan kembali.

Tak hanya Muara, terlihat pula Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS), I Nyoman Ade Ferry, yang hadir di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB. Ia menampik adanya proses penggeledahan serta mengaku bahwa ia tidak bertemu Gatot secara langsung.

“Kalau penggeledahan itu hak polisi. Dia (Gatot) sedang istirahat sekarang. Saya tidak ngomong sama dia,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai hak khusus yang diberikan kepada Gatot yang mendapatkan waktu istirahat di rumah, baik Muara maupun Ade Ferry mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Tidak ada hak khusus. Kami hanya mau bantu beliau. Namanya kangen rumah, ya sudah,” ujar Ade Ferry seraya pergi meninggalkan lokasi.-Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!