Belasan pekerja China kepergok bekerja di PLTU Bolok NTT

Jose

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Belasan pekerja China kepergok bekerja di PLTU Bolok NTT
“Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen ketenagakerjaan para pekerja asing."

KUPANG, Indonesia — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memergoki belasan pekerja asal China di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok.  

“Perusahaan tidak bisa menunjukkan dokumen ketenagakerjaan para pekerja asing tersebut,” kata Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang, Kris Koroh, Jumat, 27 Januari 2017.

Perusahaan yang dimaksud adalah PT Santosa Makmur Sejahtera Energy (SMSE). Perusahaan ini diketahui mempekerjakan 12 warga China yang tidak memiliki dokumen legal.

Kris Koroh mengatakan sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi ada 34 pekerja asing yang bekerja di PLTU Bolok. Namun setelah dicek ternyata hanya ada 12 orang.

PT Santosa Makmur Sejahtera Energy tidak bisa menunjukkan dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Ijin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), serta dokumen lain seperti perjanjian kerja, serta Kartu  Ijin Tinggal Sementara (Kitas).  

Direktur PT Santosa Makmur Sejahtera Energy Sulistiyo mengatakan dokumen-dokumen tersebut berada di kantor pusat mereka di Jakarta. “Kami akan meminta dokumen-dokumen tersebut,” kata Sulistiyo.  

Dinas Tenaga Kerja kemudian memberikan tenggat waktu kepada PT Santosa Makmur Sejahtera Energy untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. “Jika tidak dipenuhi, maka kami akan mengambil sikap tegas dan langkah hukum,” kata Kris. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!