Lebih mudah buat perubahan sosial dengan aplikasi Campaign.com

Rika Kurniawati, Nadia Vetta Hamid

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Lebih mudah buat perubahan sosial dengan aplikasi Campaign.com
Startup gerakan sosial Campaign.com meluncurkan aplikasi yang memudahkan siapapun untuk membuat kampanye sosial

JAKARTA, Indonesia — Tak hanya membantu kita dalam kebutuhan sehari-hari, kemajuan teknologi bisa membawa perubahan baik bagi sesama. Setidaknya inilah yang dibuktikan oleh Campaign.com, startup yang yang memungkinkan penggunanya untuk membuat kampanye sosial dengan mudah.

Pada Selasa, 4 April, Campaign.com meluncurkan aplikasi jaringan sosial untuk perubahan — pertama di Indonesia. Aplikasi Campaign.com tersedia di Apple Store dan Playstore, menawarkan fitur-fitur yang bisa membantu para agen perubahan untuk membangun komunitas terkait isu yang diperjuangkan dengan lebih mudah. 

Selanjutnya, dalam rangka membangun komunitas yang efektif, aplikasi mobile Campaign.com bertujuan untuk membawa semua agen perubahan ke dalam satu komunitas, yaitu #ForChange. 

Seperti halnya kanal media sosial, para changemakers dapat berhubungan satu sama lain melalui aplikasi yang membawa mereka ke dalam komunitas #ForChange. Para agen perubahan ini bahkan dapat melihat perkembangan dari kampanye yang mereka dukung melalui aplikasi ini. 

Dengan aplikasi ini, mereka tidak hanya memiliki wadah bagi kampanye untuk menyebarkan dan mengomunikasikan pesan kunci kampanye tersebut, tapi juga bisa berkolaborasi satu sama lain untuk memperkuat dampak dan jangkauan kampanye dan menciptakan lebih banyak komunitas yang berkelanjutan untuk jangka panjang.

Aplikasi Campaign.com diluncurkan setelah melalui proses penelitian dan pengembangan selama 2 tahun. Logo dengan bentuk hati dipilih karena dipercayai, untuk melakukan sebuah kampanye harus dengan sepenuh hati. Para changemakers diyakini dapat memengaruhi orang lain jika melakukannya dengan sepenuh hati.  

“Visi tim kami adalah orang-orang baik bisa hidup dengan taraf hidup yang baik dengan melakukan banyak hal baik kepada orang lain,” kata CEO Campaign.com William Gondokusumo dalam acara peluncuran di @america, Pacific Place, Jakarta Selatan, pada Selasa.

“Kami juga menyediakan konsultasi strategis dan dukungan lain. Baik dari segi teknologi dan pelatihan atau lokakarya,” ujarnya.  

Siapa saja yang dapat membuat kampanye di Campaign.comIndividu, kelompok, maupun organisasi dapat melakukannya.

Cukup klik “Start your Campaign” atau hubungi Campaign.com melalui email di contact@campaign.com, atau kirim pesan di Twitter, Instagram, dan Facebook. Berikan informasi mengenai nama, email, nomor yang bisa dihubungi serta keterangan mengenai organisasi bila ada. 

Penghargaan bagi kampanye terbaik

AGEN PERUBAHAN. (ki-ka) CEO Campaign.com William Gondokusumo, Dewi Satriani (WWF Indonesia), Intan Siagian (Indoreadgram), Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus (Pelopor #PerempuanMenulis, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani Pangerapan. Foto oleh Rika Kurniawati/Rappler

Pada kesempatan yang sama, Campaign.com juga memberikan penghargaan bagi pemenang Campaign of The Year 2017 untuk kampanye sosial terbaik selama 2016. Ada 3 kategori yang diberikan, yaitu kategori individu, organisasi, dan Changemaker of The Year.

Penghargaan kategori individu diberikan kepada Intan Siagian, inisiator Indoreadgram dengan kampanye #AyoMembaca, sedangkan kategori organisasi diberikan kepada WWF Indonesia untuk #DoubleTigers.

Penghargaan Changemaker of The Year diberikan kepada Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus, yang memperjuangkan hak-hak minoritas serta mengkampanyekan program ‘Perempuan Menulis, Menulis Perempuan’.

Setelah pemberian penghargaan, ketiga pemenang bergabung dalam talkshow. Mengenai kampanyenya, Magdalena Sitorus mengatakan bahwa perempuan kaya akan pengalaman tapi terhambat oleh ketakutan tidak akan sebagus karya yang sudah ada. Padahal, hanya perempuanlah yang memahami kebutuhan sesama perempuan. 

Intan Siagian memulai kampanye #AyoMembaca dari keresahan masyarakat Indonesia masa kini yang hanya membaca judul berita, tanpa keseluruhan artikel. Mereka lantas menyebarkan tautan berita dan malah memprovokasi keadaan.

Ditambah lagi dengan angka literasi Indonesia yang masih rendah, hanya satu dari 1.000 orang yang gemar membaca. Bersama teman-temannya, ia juga mengelola akun Instagram @indoreadgram dengan kampanye untuk meningkatkan minat baca yang berbeda setiap harinya.

WWF Indonesia yang diwakili oleh ekolog Sunarto mengatakan, kampanye #DoubleTigers berawal dari kekhawatiran dari punahnya harimau. Secara global, jumlah harimau berkurang secara drastis: satu abad lalu ada 100.000 populasi harimau. Bahkan pada 2016, tinggal 3.200 ekor saja.

Habitat harimau di seluruh dunia pun tinggal 3% saja. Dalam perkumpulan negara pemilik harimau yang diadakan di St. Petersburg, Rusia, dibuatlah sebuah kesepakatan. Pada 2022 yang bertepatan dengan Tahun Harimau dalam kalender Tiongkok, jumlah harimau akan meningkat dua kali lipat menjadi 6.400 ekor. 

Namun, mereka bukannya tak menemui hambatan. Intan mengatakan, respon masyarakat sangat minim dengan kampanye membacanya. Menurut Sunarto, di cagar alam tempat konservasi harimau hanya ada dua ranger untuk wilayah seluas Jakarta.

Ketiganya membagikan kiat-kiat untuk tetap menjalankan kampanye meskipun menemui berbagai hambatan.

Sunarto mengatakan, proses pembuatan kampanye terdiri dari 3 aspek, yaitu teamwork, engagement, dan learning. Magdalena mengatakan baik individual maupun kelompok harus bisa berkolaborasi satu sama lain untuk meraih tujuan.

Sementara, Intan berpendapat niat untuk membawa perubahan baik sangat penting. Walaupun mendapat penolakan maupun disepelekan orang lain, niat membuat seseorang tetap dapat terus memperjuangkan apa yang ia percaya. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!