Philippine basketball

Tim SAR Malaysia kembali temukan 35 jenazah WNI yang tenggelam

Rappler.com
Korban meninggal dari kecelakaan perahu tiga hari lalu naik menjadi 50, satu orang ditemukan hidup

KUALA LUMPUR, Malaysia — Tim SAR Malaysia menemukan lagi 35 warga negara Indonesia yang meninggal ketika perahu yang mereka tumpangi tenggelam tiga hari yang lalu. Menurut informasi petugas, korban meninggal yang telah ditemukan sampai dengan Minggu, 6 September berjumlah 50 orang. 

Satu orang yang bertahan hidup diselamatkan pada Jumat siang, setelah menghabiskan lebih dari sehari di perairan. Dia dalam kondisi baik. 

“Tiga puluh lima tubuh telah ditemukan sejak Jumat,” kata Badan Penegakan Kelautan Malaysia, Mohamad Aliyas Hamdan, seperti dikutip AFP. 

“Kita berharap menemukan lagi dalam beberapa hari ke depan.”

Aliyas mengatakan operasi pencarian terus dilakukan selama 3 hari ke depan. Berdasarkan informasi dari mereka yang telah diselamatkan, jumlah penumpang perahu diperkirakan sekitar 80 orang. 

Petugas mengatakan perahu yang kelebihan penumpang itu terbalik dan tenggelam di perairan berombak sekitar 16 kilometer dari pantai yang terletak di Selangor, Kamis dini hari. 

Para korban berencana meninggalkan Malaysia untuk kembali ke Indonesia melalui Selat Malaka.

Malaysia adalah negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara, yang menjadi daya tarik bagi para pekerja dari negara tetangganya. Sebagian besar migran yang bekerja di sana berasal dari Indonesia. 

Sekitar dua juta orang Indonesia bekerja di Malaysia di berbagai bidang dengan gaji yang rendah. 

Kecelakaan maut di Selat Malaka bukanlah hal yang tidak lazim, karena banyak yang berupaya menyeberang selat tersebut menggunakan perahu yang sudah reyot pada malam hari agar tidak ketahuan. 

Pada Juni 2014, belasan orang meninggal ketika perahu bermuatan sekitar 100 orang Indonesia tenggelam. Penumpang perahu berkelebihan muatan tersebut sedang kembali ke Indonesia untuk memperingati Ramadan. — Laporan dari AFP/Rappler.com

BACA JUGA: