Kena penalti, Rio Haryanto harus start dari posisi buncit

Rappler.com

This is AI generated summarization, which may have errors. For context, always refer to the full article.

Kena penalti, Rio Haryanto harus start dari posisi buncit

ANTARA FOTO

Kualifikasi Rio Haryanto di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, tidak berjalan lancar. Tapi, semua bisa diperbaiki saat seri pertama Formula 1 digelar pada Minggu, 20 Maret.

 

JAKARTA, Indonesia – Debut Rio Haryanto di Formula 1 belum mulus. Dalam kualifikasi perdananya di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, satu-satunya pembalap Indonesia itu langsung tersingkir di kualifikasi pertama.

Namun, catatan waktunya sejatinya lebih baik dibanding rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Cah Solo itu mencatatkan waktu satu lap 1 menit 29,627 detik. Lebih cepat dibanding Wehrlein yang mencapai 1 menit 29,643 detik.

Dengan kondisi tersebut, Rio seharusnya bisa mengambil posisi start nomor 21 (dari 22 pembalap) pada balapan yang digelar Minggu, 20 Maret. Namun karena dia mengalami insiden tabrakan dengan Romain Grosjean saat hendak keluar dari garasi menuju pit lane, Rio harus rela mendapat penalti.

Dia dihukum mundur tiga posisi. Ini berarti, dalam balapan perdananya Rio harus start dari posisi paling buncit, yakni 22.

Sistem kualifikasi Formula 1 memang berbeda musim ini. Kualifikasi digelar dalam tiga tahap. Pada masing-masing tahap, sejumlah pembalap yang berada di posisi paling lambat langsung out. Pembalap yang bertahan berlanjut ke kualifikasi berikutnya. Begitu terus sampai pembalap tercepat terakhir meraih pole position.

Dalam kualifikasi tersebut, pembalap Mercedes Lewis Hamilton meraih pole position. Dia akan mengawali balapan dari posisi terdepan. Ini adalah pole ke-50 sepanjang karir mantan kekasih Nicole Scherzinger tersebut.—Rappler.com

BACA JUGA: 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.

Summarize this article with AI
Download the Rappler App!