Mixed Martial Arts

Karena #BalikinKTPGue lebih indah daripada #BalikanSamaMantan

Zika Mandiri
Karena #BalikinKTPGue lebih indah daripada #BalikanSamaMantan
Apakah kamu termasuk salah satu warga DKI Jakarta yang meminta Ahok kembalikan KTP-mu?

Apa bedanya Ahok sama mantan? Sama-sama ada yang minta dibalikin! Gubernur DKI Jakarta itu diminta warga yang udah ngasih KTP-nya untuk dibalikin, tapi kalau mantan diminta balik karena masih sayang — tsaah!

Bedanya, Basuki “Ahok” Tjahaha Purnama diminta balikin KTP karena warga Jakarta merasa ketipu. Dulu, waktu awal maju sebagai calon petahana gubernur Jakarta di Pilkada 2017, pria asal Belitung ini lantang maju secara independen.

Sebelumnya, Ahok memang sudah keluar dari Partai Gerindra, partai politik yang pernah mengusungnya ketika mengawali karir di Jakarta sebagai wakil gubernur. Alasannya? Karena ketidaksamaan visi terkait suatu isu.

Warga pun tepuk tangan mendukung karena ikutan sebal dengan parpol yang sering seenaknya kepentingan sendiri. Ahok pun juga dianggap pro-rakyat. Meski banyak kebijakannya yang kontroversial, warga DKI Jakarta masih dukung dia.

(BACA: Pilkada 2017, Ahok pilih maju lewat partai politik)

Coba saja lihat jajak pendapat terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 21 Juli 2016. Ahok mendapat 36,6% suara, jauh di atas saingan terdekatnya, Yusril Ihza Mahendra (2,8%).

Ahok pun diserbu. Parpol manapun yang melihatnya jadi cenat-cenut. Golkar jadi parpol yang enggak tahan pesona Ahok. Tujuannya gamblang: Berharap jadi ranking 3 di DPRD Jakarta.

Ahok pula yang buat PKB jadi mengkhianati tokoh kesayangannya, Rhoma Irama. Dulu, Rhoma segitunya menghina Ahok karena yakin bakal didukung PKB. Tapi nyatanya, Ahok lebih seksi dari Rhoma dan jatuhlah PKB ke pelukannya. Itu jahat, Ani!

Ingat bahwa Ahok bukanlah mantan. Tak ada pasangan yang ia khianati, ia adalah pria yang memilih keluar dari suatu hubungan yang enggak harmonis dan pilih jadi duren — duda keren independen.

Lalu, kenapa warga minta #BalikinKTPGue? Wajar, karena mereka merasa dikhianati. Mereka dulu secara sukarela menyetor KTP agar Ahok bisa mencapai angka 1 juta KTP dan lolos sebagai calon gubernur independen.

Tapi begitu angka tersebut terlampaui, jadilah Ahok memilih parpol sebagai kendaraannya maju sebagai calon orang nomor 1 di DKI.

Tapi mungkin Anda yang minta #BalikinKTPGue belum dengar adagium “politik itu kotor”. Coba Anda lihat buku Dasar-Dasar Ilmu Politik-nya Miriam Budiardjo. Begawan politik dari Universitas Indonesia itu mencantumkan bahwa politik adalah kekuasaan. Kekuasaan itu bisa diraih dengan berbagai cara: Bujukan, paksaan, bahkan tipuan.

Diingat pula bahwa prinsip politik adalah tidak ada lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Jadi, siapa pun yang punya kepentingan yang sama, baik itu si tukang tikung, si mantan jalang, dan si debt-collector yang pernah matahin tangan, menjelma sebagai teman!

Tapi apa semua pemberi KTP merasa tertipu? Pendapat di media sosial terbagi dua, ada yang merasa terkhianati. Ada yang legowo karena tahu mesin politik bekerja dengan seperti itu.

Dhea contohnya, gadis yang baru lulus universitas itu bilang dengan santai, “Aku ngasih KTP buat Ahok, tapi ya sudah. Saya dukung dia apa adanya.” Aih, manisnya anak ini, mantannya pada klepek-klepek ya, Mbak…

Ada lagi yang modelnya marah-marah, semerbak berteriak lantang kesal. 

Meski demikian, #BalikinKTPGue masih lebih baik daripada #BalikanSamaMantan. Balikin KTP cuma berkorban data, sedangkan balikan sama mantan berkorban hati. Lagian ya, mantan tuh ngasih dilema; kalau enggak balik lagi bikin penasaran, tapi balik lagi malah bikin hati berantakan. Jaa…haaatt!

Buat Anda para pemberi KTP, saran kami, pasrahkanlah. Memang sudah jalannya nama Anda masuk data besar dan mudah-mudahan enggak jatuh ke tangan bank yang menyasar konsumen baru kartu kredit. 

Buat Anda yang belum setor KTP, tunggu saja tanggal mainnya Pilgub DKI Jakarta. Nanti masih banyak lagi “jebakan Batman” yang lebih menyebalkan. —Rappler.com

Zika adalah seorang web-editor yang pernah menjajal tiga media nasional di Indonesia. Ia bermimpi mau punya SPBU sendiri sebelum minyak dunia habis dan nyaris mendapat titel kutu buku sejati.

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.